Connect with us

Empat Lawang

Di Duga BSPS di Empat Lawang Bermasalah

Redaksi

Published

on

 267 x dibaca

EMPAT LAWANG, Netralitasnews. com- Tujuan dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) adalah untuk dapat terwujudnya rumah yang layak huni. serta dalam pengelolaannya  tepat sasaran, tepat prosedur, tepat waktu, serta akuntabilitas.

Akan tetapi program pemerintah ini tak sepenuhnya berjalan dengan real. Pasalnya, masyarakat kelurahan pendopo Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. mengeluh kenapa sampai saat ini program ini tak kunjung berjalan, apakah mungkin ada beberapa oknum yang mengambil kesempatan dengan mencari cela demi untuk kepentingan Pribadi atau golongan, tanya warga ? “Jawabannya kita belum tahu katanya.

Menurut warga yang menerima bantuan ini di wilayah kelurahan Pendopo kepada awak media, kamis (29/10/2020) menuturkan, “sejak bulan juli kemarin sampai saat ini belum ada tanda di mulai pengerakan pembangunan, rumah kami sebagian penerima bantuan ini telah di bongkar, bagi rumah kami yang sudah terlanjur di bongkar terpaksa menumpang ke tetangga dan keluarga. karena, rumah kami dengan kondisi terbengkalai, dan tidak tau kapan akan dibangun, “Keluh warga

Ada material, namun datang dengan begitu lamban, “sambung warga, material yang kami terima adalah pasir,
namun tidak ada semen, ada semen dan pasir tidak ada besi dan batu bata, jadi tidak lengkap. kami mau bergerak membangunpun tidak bisa karena, material belum lengkap. hingga sampai saat ini belum ada yang bergerak sama sekali hususnya di wilayah kelurahan pendopo,

Batu bata yang kami terima jumlahnya berbeda-beda,  ada yang menerima sejumlah 5700 buah, ada yang 4800, ada yang 4180 berikut batu bata yang sudah terpotong-potong pun masih kami hitung. “Terang Warga.

Sementara itu, Ibu Lurah Pendopo saat di konfirmasi melalui pesan whatsApp di nomor 081272****** belum memberikan jawaban atau klarifikasi atas keluhan warganya.

Sementara itu terpisah, Kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman Empat Lawang, melalui Kepala Bidang saat di konfirmasi dengan cara yang sama, juga belum memberikan tanggapan apa lagi klarifikasi. demi kepercayaan masyarakat publik kepada pewarta, berita ini ditayangkan sementara, sampai Pihak yang terkait memberikan hak jawabnya sesuai Undang-Undang. (Red)