Connect with us

Empat Lawang

Kor-wil Pendidikan Sikap Dalam di duga Pung-li, Kep-Des Minta Jangan di Teruskan

Redaksi

Published

on

 2,801 x dibaca

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Kordinator wilayah pendidikan wilayah sikap dalam. di duga lakukan pungutan liar (Pun-gli) kepada sejumlah sekolah mulai dari sekolah dasar (SDN) hingga sekolah menenga pertama (SMPN), sikap dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera selatan. (11/05/2021)

Hal ini diungkapkan oleh LSM-Ratu Adil wilayah tugas Empat Lawang. menurutnya berdasarkan hasil laporan warga dan investigasinya diduga kuat telah terjadi pungutan liar terhadap sejumlah kepala sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama Negeri se-kecamatan sikap dalam.

Pungutan tersebut informasinya berdasarkan perintah dan di peruntuhkan untuk tenaga kerja sukarela (TKS) yang bekerja di kantor kordinator willayah pendidikan sikap dalam, besaran yang di pungut Rp.10.000,-/ guru di setiap sekolah” jelasnya

Dikataknnya lagi, “dugaan pungutan tersebut sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir ini. semua bukti sudah kita kumpulkan, datanya sudah lengkap berdasarkan hasil investigasi di lapangan. apapun alasannya yang namanya pungutan itu tidak di benarkan.” Urainya

Sementra itu, kepala kordinator wilayah pendidikan (Korwil) kecamatan sikap dalam saat di konfirmasi melalui WhatsApp membalas, wa’alaikum salam, tidak ada pungutan Rp. 10.000,-/ guru di di wilayahnya

Sementara Ketua MKKS. Arlan juga telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, namun tidak membalas, di telphone tidak ada jawaban.

Sementara itu terpisah, sebelumnya ketua LSM-Gerhana Indonesia Dewan pimpinan Kabupaten (DPK) Empat Lawang telah konfirmasi kepada Ketua Kordinator wilayah pendidikan sikap dalam” ia menjawab itu MKKS.” jawabnya singkat.

Tak berselang lama kepala desa Karang dapa lamo Pauzu menelpon ketua Gerhana Indonesia minta untuk tidak di teruskan, dan minta untuk menemui dirinya guna klarifikasi. karena dana itu cuma Rp. 1.200.000,- di bagi empat orang artinya Rp. 300.000,- / orang, Jelas Cienci Riestan menirukan Kades Karang dapo Lamo.

Pada 11 mey sore Ketua LSM-Gerhana Indonesia menelpon Pauzu Kepala desa Karang dapo lamo dengan mengatakan kan datang atas permintaan Kepala desa sebelumnya, oke jawab Pauzu saya tunggu namun sekarang saya sedang bertemu Provam di Pendopo.

Bersama Tim Red Netralitasnews.com ketua LSM-Gerhana Indonesia ke – karang dapo lamo setelah tiba disana sang Kepala Desa Pauzu tak membuka pintu setelah agak lama pintu dibuka oleh seorang perempuan muda mengatakan, “bapak tidak ada dirumah ia sedang melayat, tidak tahu juga melayat kemana.” Ujar seorang perempuan yang di duga anak kepala desa yang sedang bersama anak kecil.

Ketua LSM-Gerhana Indonesia, mencoba menelphone Pauzu berungkali namun tak diangkat. dirinya sangat menyayangkan kebobrokan manajemen penddidikan di kecamatan sikap dalam khususnya di Kabupaten Empat Lawang pada umumnya, mulai dari dana Bos Afirmasi dan kinerja yang diduga kuat tidak tepat sasaran, Reguler juga demikian hingga terjadi adanya indikasi Pung-li yang kerap kali terjadi.

Dirinya juga sungguh sangat menyesal karena mudah percaya dengan kepala desa yang katanya agar menemui dirinya. namun tak kunjung bertemu yang artinya terkesan di tipu-tipu bak anak kecil saja. sesungguhnya sejatinya kepala desa itu terbuka terhadap masyarakat, transparan, bijaksana dan selalu mengedepankan etika, akan tetapi semua itu hanyalah pandangan semu semata, ” ujarnya

Lanjut dia, “lagian tak ada urusannya adanya indikasi pungutan liar pada pendidikan. namun kepala desa yang mau klarifikasi dan minta untuk tidak diteruskan. hal ini tentu tak bisa karena jika informasi lengkap, konfirmasi sudah balance maka berita harus naik walau bagaimanapun juga.

Imbuhnya lagi, setelah idul fitri ini nanti dirinya tak akan segan-segan untuk melanjutkan pelaporan siapapun yang ada indikasi KKN, Pungutan liar dan yang berindikasikan melanggar peraturan. kita akan teruskan sesuai dengan bukti pemula dan atas laporan masyarakat. (Tim/Red/Nnc).