Connect with us

Rejang Lebong

Warga Apresiasi Pihak Kejari Rejang Lebong yang Menindak Lanjuti Permasalahan Desa Dusun Sawah

Published

on

 2,122 X dibaca

REJANG LEBONG, Netralitasnews.com – Dugaan berbau korupsi terhadap bangunan yang asal jadi di Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. telah di tindak lanjuti oleh pihak kejaksaan Negeri Rejang Lebong. Rabu, (03/11/2021).

Salah satu warga Desa Dusun Sawah Pepen setempat saat di jambangi di kediamannya memafarkan.

” Berdasarkan berita yang pernah di tayangkan di media online jejak kasus, Netralitas, dan rekam jejak,l news sebelumnya.

” syukur alhamdulillah sudah ada tindak lanjut dari pihak kejaksaan yang telah turun untuk meninjau lamgsung ke lapangan. atas informasi yang saya dapati dan juga mantan sekertaris Desa sudah di pangil untuk di mintai keterangan ” Katanya.

Kami dari pihak warga mengapresiasi kinerja dari pihak kejaksaan Negeri Kabupaten Rejang Lebong yang cepat tanggap terhadap permasalahan di desa Dusun Sawah ini. ” Tukasnya. (YS/LK-Net).

Advertisement

Rejang Lebong

Diduga Terjadi KKN di Desa Duku Ilir, Warga Minta APH Bertindak Tegas

Published

on

 107 X dibaca

REJANG LEBONG I BENGKULU, Netralitasnews.com Diduga telah Terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di desa duku Ilir Kecamatan Curup Timur,  Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. (22/04/2022).

Pasalnya, hal ini dapat di lihat dari anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah untuk pengerjaan jalan lapisan Penetrasi (lapen) dinilai begitu besar dan tidak sebanding dengan fisik pekerjaan yang ada di lapangan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun awak media di lapangan, perkerjaannya bersumber dari APBN Dana Desa tahun anggaran 2021. namun kulitas dan kuantitasnya sangat diragukan, akibat diduga keras dikuranginya bahan/material.

Menurut sumber informasi yang dapat dipercaya kebenarannya, bahwa sesuai demgan RAB belanja aspal sebanyak 14 drum. namun di belanjakan cuma 8 drum. warga berharap agar perihal ini untuk dapat dilaporkan kepada pihak terkait.

Indikasi dugaan KKN sebagai berikut ; memanipulasi Data LPJ belanja aspal yang seharusnya sebanyak 14 drum. akan tetapi fakta yang di belanjakan hanya 8 Drum.

” Sesuai di RAB nya itu belanja aspal sebanyak 14 Drum. namun belanjanya hanya 8 drum saja. kami mohon pak usut tuntas dan lapor perkara ini ke Pihak terkait. ” pinta warga.

Berdasarkan analisis yuridis yang terjadi di desa ini bukan hanya perkerjaan lapisan penetrasi dan rabat beton saja yang berbau korupsi. lebih mirisnya dana BUM-Des pun masyarakat tidak tau kemana realisasinya hingga saat ini.

” Bukan bangunan lapisan penetrasi dan rabat beton saja yang fiktif bahkan dana BUM-Despun tidak tahu kemana arahnya hingga sampai saat ini, ” warga mempertanyakan.

Sejumlah sumber informasi yang dikantongi khusus infrastruktur desa duku ilir. begitu juga dengan dana BUM-Des tidak tau rimbanya.

Masyarakat duku ilir meminta kepada Bupati Rejang Lebong melalui inspektorat agar dapat mengaudit desa duku ilir. baik secara fisik maupun secara administrasi.

Warga juga minta Kepada APH agar dapat menindak lanjuti perihal ini sesuai proses hukum dan aturan perundang – undangan yang berlaku.

Jikamana ditemukan bukti bentuk pelanggaran yang berpotensi merugikan keuangan Negara hingga berindikasi KKN. maka agar oknum dan para pihak yang terlibat dapat diproses secara hukum pidana maupun perdata.

Karena indikasi ada, ” imbuhnya, hingga berpotensi telah terjadi   suatu tindak pidana kejahatan/korupsi yang dilakukan oknum dengan secara sengaja. ” pungkas warga.

Hingga berita ini di tayangkan hak jawab, hak Klarifikasi atau sanggah dari Kepala Desa duku ilir akan di update kembali sesuai undang-undang. (Tim/Red).

Continue Reading

Rejang Lebong

Diduga Oknum TKSK Bermain Dengan Pihak Toko Di Dalam Pengelolaan Bedah Rumah

Published

on

 392 X dibaca

Diduga Oknum TKSK Bermain Dengan Pihak Toko Di Dalam Pengelolaan Bedah Rumah

Rejang Lebong Netralitasnews.com-Di ahir tahun 2021 Melalui dana Asfirasi M Soleh Salah satu DPR RI  Mengucurkan BSPS sebanyak 53 Titik di kabupaten Rejang Lebong dan di dalam hal ini terkadang bayak salah mengartikan, Sehingga sering terjadi penyimpangan dan  banyak oknum yang selalu memanfaatkan keadaan sehingga gelap mata di dalam pengelolaan keuangan ,dan hasil dari penelusuran team investigasi netralitasnews.com  terdapat temuan beberapa kejanggalan yang sangat menonjol di dalam pengelolaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau  Bedah rumah sehingga di duga kuat ada permainan di dalam pengelolahan BSPS dan hasil penelusuran team di lapangan masyarakat penerima BSPS ini terkesan di permainkan pasalnya nota pembelanjaan tak kunjung di tunjukan dan matrial yang di berikan di duga kuat tidak mencapai 20 juta per satu penerima BSPS, sehingga masyarakat bukan tak bersukar namun justru mengecam pengelolah BSPS.

Disaat team memintak keterangan kepada Masrakat Penerima BSPS “WS” (38) Menjelaskan” Betul saya penerima bedah rumah ini,dan bantuan itu berupa barang bukan berupa uang, setau kami nominalnya 20 juta namun kami sendiri meragukan nominal barang yang di berikan kepada kami pasalnya bangunan ini 6×6 m seluruhnya, dan jujur kami sudah mengeluarkan swadaya sebesar 14 juta lebih banggunan ini seperti bapak lihat sendiri”, Sambil dia menunjukan bentuk rumah yang di bedah.

“lanjutnya” Prasaan banyak lah kami yang ngeluarkan dari pado bantuan,, bangun 6×6 m dengan kamar 1 dan atap seng pun ada yang kurang, terpaksa kami tutup dengan senga bekas, pintu,kaca semuanya kita yang beli sendiri”, ucapnya

“Dilanjutkan denga Tukang Pembuat BSPS Jumadi (45 ) menjelaskan” Betul saya yang membuat rumah ini dari titik nol dengan ukuran 5,5 x 6,5 m”,Dengan bahan yang di antar ketempat ibu ini terdiri dari ,Semen total 40 sak, Batu pondasi 2 Engkel, pasir 3 engkel,batu Seplit 2 ton,Seng Dengan merek SwanCron 2 kodi, Besi 8 15 batang ,besi cincin 15 batang,Kawat 3 kg., paku 6 kg, paku seng 3 kotak,  batako 1500 biji,Lis plang 8 keping merek IRC,kayu 57  1 kubik, kayu 6×12 cm 15 batang ,papan cor 8 keping ,tuturnya

“lihat itu kayu di bilang 57 namun kalau di ukur kayu itu 4×6,dan itu jelas kalau predeksi kami biaya itu berkisaran menghabiskan sebesar 16.5 jt, tutup jumadi

Dari keterangan masyarakat dan hasil penelusuran di lapangan dapat di curigai bahwasan ada kejanggalan dan besar dugaan ada penyimpangan serta permainan Kordinator atau TKSK.

Di lain waktu tem mengkonfirmasi melalui via Whatsapp Kepada pihak pengelolah atau kordinato BSPS di Tempel rejo dan Desa Teladan Weni Menjelaskan” Betul dengan saya ibu weni, ada apa dan ada urusan apa dengan saya, dengan nada kurang bersahabat

Team kembali menjelaskan maksud dan tujuan”Kita mau konfirmasi Dengan ibu weni terkait BSPS betul dengan ibu Weni, dengan nada jutek ibu weni menjawab”Iya,ada urusan apa dengan saya dan apa masalah dengan BSPS, mau mencari kesalahan orang ya,cetus weni sambil mematikan telponnya,,

Team kemabali menghubunginya namun takkunjung di angkat sampai brita ini pun di rilis team belum kembali menerima jawaban dari pihak pengelolah BSPS

Dalam hal ini tim segera berkordinasi ke pihak penegak hukum untuk dapat segera di tindak lanjuti. (Team/NNC)

Continue Reading

Rejang Lebong

Bangunan Jembatan Desa Turan Baru Tahun 2017 diduga Banyak Item yang Fiktif

Published

on

 1,183 X dibaca

REJANG LEBONG, Netralitasnews.com Oknum tikus tikus yang selalu meggerogoti keuangan Negara baik Pemeritahan Pusat, Daerah maupun Desa wajib di berantas.

hal ini dilakukan dalam upaya untuk menciptakan negara Indonesia bebas dari korupsi, kolusi, nepostisme (KKN) yang telah tertuang didalam Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana bagi pelaku korupsi.

Berdasarkan penelusuran Investigasi tim SBN bersama NNC. dilapangan ditemukan perihal yang mencurigakan yang sangat mendalam.

Pasalnya, ada ditemukan suatu fisik bangunan yang terkesan mangkrak berlokasi di Desa Turan Baru, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Dalam investigasi ini di temukan sebuah bangunan Jembatan yang di bangun pada tahun 2017 sumber dana anggaran pendapatan dan belanja negara dana desa (APBN -DD) dengan nilai sebesaran ± 600. Jt., bangunan ini tidak selesai dan banyak item yang mungkin tidak di di pasang layaknya sebuah jembatan pada umumnya.

Mengetahui perihal ini tim mencoba menggali informasi dari warga dengan seksama dan benar. berdasarkan informasi yang digali dan sesuai dengan analisis yuridis diduga keras terdapat item yang fiktif yakni sebagai berikut ;

– Pasir Uruk Untuk Timbunan
– Besi Diameter 16 inc
– Galvanis diameter 3 inc
– Besi Siku L
– Karet Elastomer
– Oprit Jembatan/Sayap Jembatan
-Tiang Sandaran/Ralling

Selain itu hasil dari penelusuran di duga keras material jenis koral di ambil pada lokasi bangunan yang terindikasi tidak memiliki izin galian C. sehinga berakibat menimbulkan kerugian negara ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Salah seorang pekerja warga Desa Turan Baru H (45) menjelaskan” Betul pak saya ikut membuat jembatan tersebut dan benar kami mengambil material koral di lokasi itu, di suru oleh pak Kades (Supran) maka dengan instruksinya kami ambil, ” Tuturnya

Lanjutnya, ” Kami juga tidak tau kenapa jembatan itu tidak di selesaikan, sedangkan setahu kami uangnya sudah di kucurkan semua informasinya, sebenarnya kami malu dengan keadaan jembatan seperti itu. karena tidak sama dengan jembatan di desa – desa lainnya. dan apa memang bentuknya jembatan buatan Bapak Supran seperti itu, yang bangunannya tidak selesai, ” jelasnya.

Dalam hal ini masyarakat meminta kepada pihak aparat penegak hukum agar dapat menindak lanjuti dugaan KKN pada bangunan jembatan ini mulai dari administrasi pelaporan sampai ke fisik, jika memang betul – betul di Kabupaten Rejang Lebong ini ada penegak hukum. dan jika benar berdasarkan penyelidikan pemeriksaan, di temukan bukti pelanggaran hingga Keras adanya kerugian Negara. maka jangan segan-segan tuk memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. ” beber salah seorang masyarakat.

Untuk menciptakan negara yang bersih bebas KKN kiramya pihak yang berwenang dapat menyikapi, menindak lanjuti, menyelidiki, memeriksa, hingga memporoses, atas keinginan masyarakat terkait adanya dugaan fiktif yang berpotensi KKN pada administrasi hingga ke fisik bangunan jembatan desa Turan Baru ini. (Tim-Red).

Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!