Connect with us

News

Menyelamatkan Masa Depan, Membangun Ekosistem Perlindungan Anak yang Holistik

Published

on

 922 X dibaca hari ini

Oleh : Bayu Purnomo Saputra Paraktisi Hukum & Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS-Tanggerang).

Dalam setiap kelahiran, hadir secercah harapan baru bagi bangsa. Anak bukan sekadar individu yang sedang tumbuh, tetapi penentu arah masa depan peradaban. Namun, di tengah kemajuan zaman, anak-anak justru masih menghadapi ancaman yang serius, yakni kekerasan, eksploitasi, dan pengabaian. Ancaman ini bukanlah takdir, melainkan cerminan lemahnya sistem perlindungan yang ada.

Perlindungan anak selama ini cenderung ditangani secara sektoral, negara berjalan dengan undang-undangnya, keluarga berjuang sendiri, sekolah fokus pada akademik, dan masyarakat bersikap pasif. Padahal, pendekatan parsial seperti itu tidak cukup. Kita butuh pendekatan ekosistem. perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama yang berjalan beriringan, saling menopang, dan berkelanjutan.

Mengapa harus ekosistem ?
Ekosistem perlindungan anak bukan semata rangkaian aturan hukum, melainkan sistem sosial yang melibatkan keluarga, negara, pendidikan, media, dan komunitas. Tanpa sinergi antar unsur tersebut, perlindungan anak akan selalu rapuh. Contohnya, regulasi hukum yang ketat tidak akan efektif jika tidak didukung sistem sosial yang mencegah kekerasan sejak dini.

Hal serupa berlaku jika hanya mengandalkan keluarga tanpa dukungan negara, ketimpangan kesejahteraan akan terus memunculkan anak-anak rentan. Maka, perlindungan anak harus dibangun dengan pendekatan ekosistem yang menyentuh hulu ke hilir.

Pilar – Pilar Ekosistem Perlindungan Anak :

1. Keluarga sebagai Benteng Utama
Keluarga adalah lingkungan pertama anak belajar mengenal dunia. Banyak kasus kekerasan terhadap anak bermula dari rumah, akibat pola asuh yang salah, tekanan ekonomi, atau kurangnya edukasi. Negara perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung parenting berkualitas, mulai dari cuti orang tua, bimbingan konseling keluarga, hingga edukasi pola asuh non-kekerasan.

2. Negara sebagai Pelindung dan Fasilitator
Negara tidak cukup hanya membuat undang-undang. Ia harus hadir dalam bentuk layanan yang konkret “akses kesehatan mental anak, pendidikan ramah anak, layanan aduan cepat tanggap, hingga bantuan sosial bagi keluarga berisiko”. Implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak harus menyentuh akar, bukan hanya prosedur.

3. Pendidikan yang Membebaskan dan Memberdayakan Anak
Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar matematika atau sains. Kurikulum harus mengajarkan anak tentang hak-hak mereka, nilai-nilai keadilan, dan cara mengenali serta melaporkan kekerasan. Guru pun perlu pelatihan untuk mampu mendeteksi anak yang mengalami trauma atau pengabaian.

4. Media dan Teknologi sebagai Ruang Aman, Bukan Ancaman
Di era digital, anak-anak terpapar informasi tanpa filter. Literasi digital menjadi kunci. Pemerintah dan masyarakat harus mendorong regulasi konten ramah anak, sekaligus edukasi kepada orang tua agar mampu mendampingi anak berselancar di ruang maya secara bijak.

5. Komunitas sebagai Jaring Pengaman Sosial
Komunitas adalah lingkungan tempat anak tumbuh. Namun banyak lingkungan justru pasif. Perlu dibangun budaya kolektif, tetangga yang peduli, RT yang aktif, tokoh agama dan pemuda yang berperan. Kesadaran bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama harus terus digaungkan.

Mengubah Paradigma Dari Reaktif ke Preventif Selama ini, respons kita terhadap kekerasan anak masih reaktif baru bertindak ketika korban sudah jatuh. Padahal, pendekatan preventif jauh lebih efektif dan hemat sumber daya. Edukasi kesadaran hukum di sekolah, pelatihan guru, kampanye parenting, dan deteksi dini adalah bentuk konkret pendekatan preventif.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan dalam konteks perlindungan anak, mencegah berarti menyelamatkan generasi.

Sebagai penutup, Perlindungan anak bukan sekadar penegakan pasal-pasal dalam undang-undang. Ia adalah komitmen kolektif untuk membangun lingkungan yang secara alami melindungi dan mendukung tumbuh kembang anak.

Jika kita ingin melihat bangsa yang kuat, maka kita harus memastikan bahwa setiap anak hari ini hidup dalam lingkungan yang aman, sehat dan penuh kasih. Kegagalan kita dalam melindungi anak adalah kegagalan dalam menyiapkan masa depan bangsa. Maka, mari kita bangun ekosistem, perlindungan anak yang holistik, karena masa depan indonesia bertumpu pada mereka.***

Advertisement

Empat Lawang

Kunker Kapolda ke Empat Lawang diisi Berbagai Kegiatan

Published

on

 9,388 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Kunjungan kerja Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum beserta rombongan Ke Kabupaten Empat Lawang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti Apel Sabuk Kamtibmas, penanda tanganan hibah, pemberian penghargaan, serta pemusnahan barang bukti narkoba, Selasa, (19/05/2026).

Kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan Kapolda Sumsel menggunakan Heliped Lapangan Talang Jawa Kecamatan Tebing Tinggi, kemudian dilanjutkan dengan Coffee Morning dan sarapan pagi bersama Forkopimda Kabupaten Empat Lawang di Ruang Bupati Empat Lawang.

Pukul 08.30 WIB. Kapolda memimpin Apel sabuk Kamtibmas di lapangan pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang, selanjutnya pemberian penghargaan kepada yang menghibahkan tanah untuk pembangunan Pos Lalu lintas di Talang Gunung Kelurahan Jaya Loka Kecamatan Tebing Tinggi, selanjutnya penandatanganan hiba terseut diruang Madani Empat Lawang, dan selanjutnya menuju ke Mapolres Empat Lawang.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi Dir Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., Dir Polairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., serta Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol. Raden Azis Safiri, S.I.K., C.P.H.R.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel menekankan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi harkamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolda Sumsel juga menegaskan agar Satgas Preemtif dan Preventif lebih mengutamakan langkah pencegahan melalui patroli rutin, sambang desa, Pol-PP Desa, serta kegiatan cooling system guna menekan angka kriminalitas.

Selain itu, Kapolda menekankan tindakan tegas terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti curat, curas, curanmor, premanisme, narkoba, judi online, dan tawuran dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelaku kejahatan jalanan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel turut memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga harkamtibmas, menangkal paham radikalisme, serta menghibahkan tanah untuk pembangunan Pos Lalu Lintas di Talang Gunung.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan hibah Gedung Sat Reskrim dan Gedung Bhayangkari Tahun Anggaran 2025 antara Bupati Empat Lawang dan Kapolres Empat Lawang yang disaksikan langsung oleh Kapolda Sumsel di Gedung MADANI Pemkab Empat Lawang.

Selain itu, juga dilakukan pemberian penghargaan kepada Direktorat Narkoba Polda Sumsel dan Polres Empat Lawang.

Rangkaian kegiatan berlanjut di Mapolres Empat Lawang dengan penyambutan Kapolda Sumsel melalui pengalungan bunga oleh Pocil Kabupaten Empat Lawang dan penampilan tari sambut.

Kapolda Sumsel beserta rombongan juga meninjau berbagai stand pelayanan dan kegiatan sosial Polres Empat Lawang, di antaranya perumahan subsidi untuk anggota Polri, UMKM Bhayangkari Cabang Empat Lawang, Gerakan Pangan Murah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80, bantuan sosial, bedah rumah dan sumur bor, hingga bakti kesehatan berupa pemberian tongkat dan kursi roda gratis, sunat massal, serta pengobatan gratis.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Gedung Sat Reskrim dan Gedung Bhayangkari Polres Empat Lawang oleh Kapolda Sumsel yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Kapolda Sumsel bersama rombongan dan Forkopimda Kabupaten Empat Lawang juga meninjau langsung Gedung Sat Reskrim yang baru diresmikan.

Kegiatan kunjungan kerja diakhiri dengan pemusnahan barang bukti ganja, wawancara bersama awak media, serta makan siang bersama di Lobby Utama Polres Empat Lawang sebelum rombongan kembali menuju kota Palembang.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus komitmen bersama dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Bumi saling keruani sangi kerawati.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Empat Lawang aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya hambatan apapun. (@Red).

Continue Reading

Lahat

FB Jeme Lahat Sebut Bupati dan Wabub Tidak Mengerti Birokrasi

Published

on

 3,026 X dibaca hari ini

LAHAT, Netralitasnews.com – Pemilik Akun Facebook Jeme Lahat menyebut Bupati dan wakil bupati tidak mengerti birokrasi, (07/05/06).

Menurutnya, GAJI PNS sudah tanggal 7 belum di bayar, TPP PNS sudah berjalan 5 Bulan belum dibayar, gaji P3K belum Jelas, ” tulisnya

Selain itu, dirinya juga menuding bahwa anggota DPRD tidak bermental, otaknya hanya memikirkan uang, wartawan dan LSM juga turut di semprot.

Tidak hanya itu berikut timses juga di sebut memikirkan duit haram, ” ulis Akun Facebook Jme Lahat dilaman akun Facebook mililnya.

Untuk lebih lengkap berikut unggahan tersebut :

Inilah Kalo Bupati Lahat dan Wabub dide ngerti Birokrasi, GAJI PNS lah tanggal 7 Lom di bayar, TPP PNS lah jalan 5 Bulan Lom dibayar, gaji P3K lom Jelas.. ape mereka mikir PNS tuh punye anak bini, utang banyak dibank dan banyak Keperluan.

Anggota DPRD sikok lagi mental katek utak duit bae make begerak, Wartawan dan LSM mikirkah duit bae make bikin berita… ape lagi team ses nye mikirkah duit haram bae…..

Wabub beralasan OPD lambat? Ayo bu wabub kalo dide diperintah kamu dek kejalan rombongan itu….

Kudailah Nak mikirkah Jadi Gubernur dan bupati Taun depan.. kalo dapur anak buah bae dide di pikirkah…

Mental Paok tetap Paok.. DPRD lah paok, wartawan dan LSM banyak PAOK juge…. silahkan di coment make rame…

Akun anonim anggap behok bae yg coment Lihat Lebih Sedikit.

Hingga berita ini dirilis pemilik Akun tersebut belum berhasil di konfirmasi. (@TIM).

Continue Reading

Empat Lawang

HM Dukung Cik Ujang Kembali Pimpin DPD Partai Demokrat Sum-sel

Published

on

 7,912 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Menjelang pelaksanaan musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan, berbagai dukungan mulai menguat dari  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat.

Salah satunya dukungan dari Hidayat Muhammad Sekjen DPC Demokrat Kabupaten Empat Lawang.

Dirinya siap memberikan dukungan penuh kepada H. Cik Ujang untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan, sebagai bentuk komitmen dan konsistensi kader dalam menjaga kesinambungan pimpinan partai di tingkat Provinsi.

” Semasa kepemimpinan Cik Ujang selama ini dinilai sangat mampu membawa Partai Demokrat di Sumatera Selatan semakin solid dan berkembang, ” terang Hidayat

Keberhasilan tersebut menjadi alasan kuat bagi kami DPC Empat Lawang untuk kembali memberikan kepercayaan kepada beliau yaitu H. Cik Ujang pada MUSDA mendatang,  ” tambahnya.

Alasan lain ia mampu dan mempunyai loyalitas tinggi demi kemajuan Partai Demokrat di wilayah Sumsel.

Kepemimpinan beliau telah terbukti mampu menjaga soliditas partai serta meningkatkan kepercayaan masyarakat, dukungan ini bukan hanya bersifat kosa kata saja namun merupakan aspirasi dari seluruh kader yang menginginkan keberlanjutan H. Cik Ujang yang telah mempunyai strategi politik yang mumpuni, ” bebernya.

Semoga Dengan adanya dukungan dari DPC Empat Lawang, posisi H. Cik Ujang dinilai semakin kuat dalam kontestasi MUSDA kali ini, “tukasnya.

Siapapun yang terpilih nantinya mampu membawa Partai Demokrat semakin maju dan berkembang serta berkontribusi dalam pembangunan di Sumatera Selatan.

Musda ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan di Wilayah Sumsel. namun juga sebagai momentum konsolidasi untuk memperkuat struktur Partai Demokrat dari bawah sampai ke akar rumpun Partai Demokrat, “Tutup Dayat. (@Red). 

Continue Reading

 923 X dibaca hari ini,  5 X dibaca hari ini

Populer

error: Content is protected !!