Connect with us

Bengkulu

Baru Seumur Jagung, Proyek Drainase Sudah Hancur Lebur

Redaksi

Published

on

 1,877 x dibaca

REJANG LEBONG, Netralitasnews.com Pemerintah pusat melalui kementerian PUPR selalu mengupayakan dan memenuhi segala kebutuhan masyara kat dengan berbagai program kegiatan yang di realisasikan. tujuan pemeritah agar di seluruh penjuru tanah air ini masyarakat dapat lebih maju, dengan adanya pemerataan pembangunan. mulai dari infrastruktur jalan, perairan, perekonomian, pertanian dan lain-lain sebagainya. akan hal ini tentunya selaras dengan Undang – undang dasar 1945.

Salah satu kegiatan yang bersumber dari APBN pusat melalui Kementerian PUPR mrlalui Dinas PUPR Propinsi Bengkulu tahun 2020. yang meluncur kan kegiatan pembangunan drainase aliran persawahan guna untuk melancarkan perairan di sektor persawahan masyarakat.

Namun sangat di sayangkan salah satu kegiatan drainase yang terletak di desa Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, yang di bangun tahun 2020. sudah hancur, lebih kurang hampir 10 meter kiri kanan, sedangkan usia masih terbilang batu seumur jagung. mirisnya sudah hancur lebur. dengan kenyataan ini sangat di ragukan kualitas adukan, semen dan pasir yang di gunakan, sehingga dapat di prediksikan timbulnya kerugian Negara

Masyarakat setempat HR (41) mengatakan, ” lihatlah pak keadaan siring di sektor persawahan masyarakat desa kami ini yang di bangun tahun 2020 kemarin, sekarang sudah hancur seperti ini”, ” ujarnya seraya menunjuk siring yang hancur

lanjutnya, ” dapat kita lihat secara bersama pak, kualitas adukannya tentu kurang sehingga mengakibatkan fisiknya sangat rapuh dan gampang hancur, bagaimana kami mau bersawah jika airnya tidak sampai dan kami sangat berharap kepada pemerintah agar dapat mengambil tindakan dan membenahi siring ini lagi sehingga kami bisa lagi bercocok tanam”, ” terangya

Investigasi dilapangan hari ini (19/03/2021) tidak di temukan papan merek, baik yang terpasang maupun bekasnya. hingga berita ini di rilis kegiatan ini tidak di ketahui berapa anggaran yang di kucurkan dan brapa volume yang sebenarnya. dalam hal ini akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mencari data melauli LPSE APBN Kementrian PUPR Tahun 2020 dan mengecek shampel kelabotorium guna untuk mengetahui berapa semen dan pasir yang di gunakan di dalam pembuatan drainase di desa tanjung beringin ini.

Sesuai dengan Analisis Yuridis pada proyek ini, di duga kuat telah terjadi Indikasi sebagai berikut :

1. Tidak sesuai Perencanaan Awal
2. Mark uf harga satuan barang
3. Kurang Volume/ kurang adukan semen
4. Tidak sesuai sfek yg telah di tentukan oleh pihak pemerintah
5. Di kerjakan asal Jadi
6. Tak ada Pondasi
7. Oknum kontraktor PT/CV terkesan Maling duit Negara.

Media ini mencoba menghubungi pihak kontraktor melalui via telphone dan chat WahAtspp, untuk konfirmasi kegiatan tersebut. melalui telphone mas Ari Menjelaskan, “itu kegiatan dari kementerian PUPR, dana APBN dan sampai saat ini belum juga cair dan mengenai kerusakan itu coba saya tanyakan lagi kepada pihak yang bertanggung jawab di lapangan yang mengerjakan. dan saya tidak bisa banyak menjelaskan nanti takut salah dan tidak pas jadi nanti saya tanyakan dulu dan akan saya kabarkan lagi, “jelasnya melalui via telphone.

Masyarakat desa tanjung beringin berharap, Agar proyek ini dapat di rehab kembali agar ada azaz manfaatnya. jika tidak maka masyarakat berharap agar adanya tindakan tegas dari pihak terkait sesuai pelanggaran, sesuai proses hukum serta undang-undang yang berlaku. (Red)

Advertisement Enter ad code here