Connect with us

Empat Lawang

Diduga Pemotongan BLT-DD Suka Dana Telah Merugikan Negara Rp. 32.600.000, 00 

Redaksi

Published

on

 1,735 x dibaca

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com- Bantuan langsung tunai anggaran pendapatan dan belanja Negara (BLT APBN DD) adalah bantuan bantuan berupa uang kepada keluarga yang kurang mampu di desa. bantuan ini bertujuan untuk mengurangi dampak pandemi (COVID-19).

Kendati demikian, ada saja oknum yang di duga kuat dengan beraninya melakukan pemotongan sejumlah uang BLT-DD dari keluarga penerima manfaat (KPM). seperti contoh, 163 KK. yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-DD tahap 1-III, Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah)/KK dan tahap IV dan seterusnya berjumlah Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah)/KK.

Di duga kuat dipotong oleh penjaringan kepala desa desa suka dana Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Sungguh sangat di sayangkan hal ini telah terjadi. karena adanya pemotongan sejumlah Rp.50.000, (lima puluh ribu rupiah) /KK setiap pembagian dari tahap III-VI. menurut keluarga penerima manfaat sebagai korban pemotongan BLT-DD yang merupakan sumber yang dapat di percaya kebenarannya
didampingi oleh anggota BPD berikut perangkat desa, kepada Tim Media Online Indonesia Netralitasnews.com menyebutkan,

“Bantuan BLT-DD kami dipotong Rp. 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah), ini dilakukan mereka saat realisasi tahap III. kami menerima sejumlah Rp. 550.000,00 (Lima ratus lima puluh ribu rupiah),” jelas Sumber dengan nada kesal

Sementara, pada tahap-IV kembali menerima Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), tak berselang lama, hanya beberapa hari kami kembali menerima tahap-V dan VI berjumlah Rp. 500.000. (lima ratus ribu rupiah).” tandas salah seorang KPM.

Dengan demikian, jika dihitung jumlah dugaan pemotongan tersebut mulai dari tahap ke III-VI artinya sudah empat kali adanya dugaan pemotongan sebesar Rp. 50.000/KK X 4 = Rp. 200.000,00/KK X 163 KK = Rp. 32.600.000,00 (Tiga puluh dua juta enam ratus ribu rupiah).

Sementara itu, Pemerintah kecamatan Muara pinang, Sapar Dina Joly, saat di korfirmasi diruang kerjanya, “tidak mengetahui secara pasti adanya pemotongan BLT-DD Sukadana. karena, seluruh kepala desa maupun Pj. Kepala desa sudah saya himbau sebelumnya agar tidak melakukan pemotongan kepada masyarakat penerima manfaat khusus BLT.DD”, “jelasnya.

Sebelumnya, “sambung Camat, memang ada pesan Wa. bahwa desa Suka Dana realisasikan BLT-DS Tahap IV, V, dan VI. saat realisasi secara simbolis. saya tanya, ini judulnya apa, katanya realisai tahal IV, V, dan VI, ternyata yang dibagikan cuma tahap ke-IV saja

Pada hari ini sudah ada pemberitahuan pembagian tahap V dan VI. namun sayang Pj. Kepala desa ini tidak menjelaskan, sehingga terjadilah sedikit kericuhan. saya sarankan kepada kades jangan sampai ada permasalahan.

Masih menurut Sapar Dina Joly, kuncinya jangan ada pemotongan. bantuan Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) harus cukup. namun, jika diberikan Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) itu namanya pemotongan. untuk lebih jelas silahkan konfirmasi langsung dengan Pj. Kepala desa. ”Pintanya.

Tak berselang lama, Pj. Kepala desa Suka dana berhasil di konfirmasi mengenai  informasi adanya dugaan pemotongan pada saat realisasi BLT-DD. dirinya membenarkan adanya pemotongan Rp.50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)/KK. ini kesepakatan bersama. ”Akunya. Ketika ditanya, apakah ada surat perjanjian atau kesepakatan bersama antara KPM BLT-DD kepadanya. dirinya tidak bisa menunjukkan.

Sementara Terpisah, “Rm” ketua BPD Suka Dana bersama anggota menjelaskan, “Silahkan Pj. Kepala desa bagikan bantuan warga dengan mupakat, memang sempat ada kericuhan, memang ada pengakuan bahwa BLT-DD mereka dipotong sebesar Rp.50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)/KK, yang sudah empat kali di lakukan. “Pungkasnya” (Red)

Advertisement Enter ad code here