Connect with us

Lahat

Ketua DPD BAKORNAS Sumsel Resmi Laporkan Kepala Dinkes ke KEJARI Lahat

Published

on

 1,523 X dibaca hari ini

LAHAT I SUMATERA SELATAN, Netralitasnews.com – Ketua DPD badan anti korupsi nasional (BAKORNAS) Sumatera Selatan resmi melaporkan oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat terkait dugaan pelecehan lambang negara yaitu Bendera Merah Putih yang dikibarkan dihalaman kantor dengan keadaan kusam dan robek. Selasa, (14/03/2023).

Ketua DPD LSM Bakornas Feri Indera Leki, diduga oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat telah melakukan pelecehan terhadap lambang negara yaitu bendera merah putih yang di kibarkan dalam keadaan kusam dan robek. telah kami laporkan ke Kejaksaan Negeri Lahat dengan Nomor surat : LP-09/LAP BENDERA/BAKORNAS/III/2023″ Terang Peri Indra Leki.

Pada hari ini telah kami masukkan laporan secara resmi agar dapat menindak oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat berdasarkan bukti rekaman Video di halaman Kantor tersebut berdurasi 00:18 detik, ” tambah Feri

Pemasangan bendera Merah Putih sudah ada undang- undang yang mengaturnya, yakni Undang- undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

” Hal itu diatur dalam Pasal 24 huruf C yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf B Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf C, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp. 100 juta, ” Paparnya.

Surat laporan sudah kita tembuskan ke Bupati Lahat, Polres Lahat, Dandim 0405 Lahat dan Sekda. jika tidak ada tindakan tegas maka kami akan adakan aksi demo besar – besaran agar tidak terjadi lagi dikabupaten Lahat. jangan sampai hal serupa terulang lagi yang meyepelehkan lambang negara kita,” Tukas Feri Indera Leki. (Rls/Red).

Advertisement

Empat Lawang

Pj. Bupati Empat Lawang Hadiri Pisah Sambut Dandim 0405 Lahat

Published

on

 824 X dibaca hari ini

LAHAT, Netralitasnews.comPenjabat Bupati Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin, AP., MM. Bersama Ketua TP – PKK Ny. Tuti Komariah enghadiri pisah sambut jomandan kodim (Dandim) 0405/Lahat dari Letkol Inf Toni Oki Priyono, S.I.P Kepada Letkol Inf Asis Kamaruddin, SE., M.I.P. Kamis. (07/12/2023).

Kegiatan pisah sambut dandim 0405/Lahat yang bertempat di Gedung Juang Makodim 0405/Lahat Jln. Residen A. Razak Kelurahan Kota Baru Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.

Letkol Inf Asis Kamaruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon Taruna Dewasa Mentar Akademi Militer, kini dipercaya untuk menjabat sebagai Dandim 0405/Lahat menggantikan Letkol Inf Toni Oki Priyono, S.I.P yang saat ini menempati jabatan baru sebagai Wakil Asisten Operasi (Waasops) Divisi 3 Kostrad.

Pejabat lama Letkol Inf Toni Oki Priyono, S.I.P dalam sambutannya mengatakan, waktu berjalan begitu cepat hampir 1 tahun 9 bulan bertugas di Kodim 0405/Lahat yang membawahi 3 Kabupaten/Kota. yakni Lahat, Pagar Alam dan Empat Lawang. Alhamdulillah pada hari ini kami juga dilepas dengan penuh kehangatan, ”Ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Selama melaksanakan tugas di Kodim 0405/Lahat yang membawahi 3 Kabupaten/Kota ini, tentunya kami banyak mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah/Kota, kami merasakan banyak pengalaman yang didapatkan selama bertugas di Kodim 0405/Lahat, ” Imbuhnya.

Tak lupa ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh Anggota Kodim 0405/Lahat, seluruh Forkompimda 3 wilayah, serta seluruh masyarakat yang selama ini memberikan suasana keramahan dan kehangatan serta selalu membantu dan mendukung selama bertugas di Kodim 0405/Lahat.

Sementara pejabat baru Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Asis Kamaruddin, S.E, M.I.P mengatakan sebagai warga baru di satuan ini, tentunya perlu bimbingan dan pembinaan dari para senior, kepala daerah dan Forkompimda di 3 daerah. “Kodim 0405/Lahat ini membawahi 3 Kabupaten/Kota yakni, Lahat, Empat Lawang dan Pagaralam tentunya agar dapat diterima dan mohon kerjasama,” tukasnya. (@Adv).

Continue Reading

Lahat

Diduga Program BSPS Desa Bandu Agung Tidak Tepat Sasaran 

Published

on

 1,469 X dibaca hari ini

LAHAT // Sum-Sel, Netralitasnews.com Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Mempercepat Penanganan rumah tidak layak huni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), secara Nasional.

Pada tahun 2023 Program BSPS atau lebih di kenal masyarakat dengan bedah rumah yang men jadi target utama adalah  meningkatkan kualitas rumah layak huni untuk masyakat miskin kecil menengah kebawa khusus nya di Desa Bandu Agung Kecamatan Muara Payang kabupaten Lahat.

Ada pun bantuan BSPS di Desa Bandu Agung kecamatan Muara Payang, tercatat  data penerima bantuan Program BSPS beda rumah sebanyak 85 unit  BSPS sudah selesai di kerjakan.

Namun sanggaat disayang beberapa unit bantuan BSPS/atau bedah rumah yang tersalurkan di desa Bandu Agung, menurut keterangan dari masyarakat penerima bantuan BSPS tidak tepat sasaran dan bukan masyarakat miskin yang mendapat bantuan,  namun warga-warga mampu berkecukupan.

Begitu mendapat informasi, tim awak Media melakukan tugas kontrol sosial nya terjun kelokasi  untuk mencari bukti kebenaran apa yang di sampaikan oleh masyarakat,   penyaluran Program pemerintah untuk membantu masyarakat kecil dan miskin yang rumah nya tidak layak huni tidak tepat sasaran. 

Oleh karena itu terdapat fakta di lapangan penerima bantuan BSPS ini sebagian besar orang-orang yang terbilang mampu mereka tidak pantas menerimanya dan masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkan bantuan  Program BSPS tersebut. 

“Program BSPS semester 1 tahun angaran 2023 merupakan bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) guna mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta prasarana, sarana dan utilitas pada umumnya.

Berharap pemerintah menyalurkan bantuan dengan skema program BSPS  dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tidak hanya memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman. namun juga mengurangi angka dalam catatan ruma warga tidak layak huni tidak ada lagi.

Program ini sangat membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dengan dana stimulan yang disalurkan oleh pemerintah RI.

Ada tiga penanganan rumah swadaya pada tahun 2023, yakni mendukung percepatan program Penurunan Kemiskinan Ekstrem, melalui peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, penanganan kawasan perumahan dan permukiman kumuh terintegrasi dan perluasan cakupan pelayanan klinik Rumah Swadaya.

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Lahat telah melakukan verifikasi untuk calon penerima program BSPS berdasarkan nama dan alamat atau by name by address (BNBA) sebanyak 85 unit di desa Bandu Agung kecamatan Muara Payang Lahat.

“Setiap masyarakat yang rumahnya dibedah mendapatkan dana BSPS senilai Rp2xxxxxxx juta dengan rincian Rp1xxxxxx juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,xxxxxx juta untuk upah tukang,   dan tidak ada pungutan sepeserpun dari pendaptaran sampai penetapan calon penerima bantuan bedah rumah. tidak ada pungutan biaya apa pun, jika terjadi ada pemungutan seperti itu maka sanksinya pidana tuntutan pidana korupsi.

Pemerintah berharap program ini jangan sampai salah pada penyaluran penerima, dan jangan sampai manipulasi data penerima,   yang layak menerima tidak mendapatkan bantuan, malah sebaliknya, yang tidak layak menerima malah mendapatkan bantuan bedah rumah BSPS.

85 unit bedah rumah TA 2023. Tim dari exspetorat Kabupaten Lahat sudah memverifkasi pada bangunan bedah rumah di desa Bandu Agung.

Anehnya para petugas dari exspotorat ini tidak ada komentar apapun, padahal menurut keterangan masyarakat ada beberapa unit bedah rumah yang tidak benar pada penempatan nya. (@Red).

Continue Reading

Lahat

UPTD Puskesmas Tanjung Aur Tutup, Korban Kecelakaan Tidak Mendapat Penanganan  

Published

on

 1,517 X dibaca hari ini

LAHAT // Sum-sel, Netralitasnews.com – Unit pelayanan teknis (UPT) PUSKESMAS tanjung aur kecamatan kikim tengah, kabupaten lahat jam kerja tidak ditunggu satu orangpun, pasien terlantar, Jum’at (15/09/2023). 

Berdasarkan  fakta Video berdurasi 49 detik yang merekam langsung oleh awak media di UPT puskesmas tersebut.

” Jam kerja puskesmas kosong, sedangkan ada pasien kecelakaan disini, satu orangpun tidak ada ini, kami mohon kepada bapak bupati, untuk apa negara membayar gaji mereka seperti ini, buang – buang biaya negara saja, ruang kepala UPT pun tertutup, manusia satu orangpun tidak ada, ” ujar perekam video tersebut.

Sedangkan ada yang  ngalami kecelakaan. semustinya  korban  mendapat penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD.

Akibat dari UPT puskesmas yang tidak ada peghuninya korban kecelakaan  tidak dapat berobat, tidak mendapat penanganan awal, dan terlantar.

Hingga berita ini ditayangkan kepala dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten lahat masih dalam upaya konfirmasi. (@Red).

Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!