Empat Lawang
8 Bulan Beroperasi Ternyata Yayasan Miftahussyifa diduga Belum Mengantongi Izin
7,693 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, NN.com–Yayasan MIFTAHUSSYIFA yang bergerak dibidang Pengobatan Alternatif atau Pengobatan Tradisional , membuka praktik di Gang Garuda Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan diduga belum memiliki izin praktik baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang maupun terdaftar di Kesbangpol. Yayasan ini juga tidak bekerjasama dengan bidan atau puskesmas setempat dalam melakukan praktiknya. Dalam menggunakan alat kesehatan mereka lakukan dengan otodidak tanpa dibekali pelatihan khusus dan alat terapy lainnya tidak juga di kalibrasi. Padahal pasien terlihat sudah cukup banyak setiap harinya , karena praktik yayasan ini beroperasi sejak 8 (Delapan) bulan.

Menurut sumber dari masyarakat kelurahan pasar Ilir Kecamatan Tebing tinggi, sebelumnya dirinya berkunjung ke pengobatan alternatif tersebut sempat berbincang-bincang kepada Pimpinan Cabang Yayasan Miftahussyifa inisial “R” , terkait tentang methode pengobatan. karena hendak mengobati ibunya yang sedang sakit. Namun dalam dialog tersebut “R” belum memberikan kejelasan seputar legalitas dan methode pengobatan yang mereka lakukan ini.
Sementara itu terpisah, “R” pimpinan cabang Yayasan MIFTAHUSSYIFA ketika dikonfirmasi tim media Netralitas, BIN, dan SBP.com menjelaskan, ” Yayasan Kami ini bernama MIFTAHUSSYIFA yang berkantor pusat di Provinsi Bengkulu, dengan salah satu dari metode Pengobatannya adalah Bio Energi. Yayasan Miftahussyifa Pusat beralamat Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Sedangkan izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang sudah diurus sekitar satu bulan ini, baru tahap kunjungan lapangan guna verifikasi pertama.

Untuk berkas penting Yayasan MIFTAHUSSYIFA sudah di serahkan baik
Kepada RT, RW dan Surat Pengantar dari Lurah Tanjung Makmur
sudah di serahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang.
Pengobatan memasang baner dan plang di sejumlah tempat. Menerima pasien dari berbagai kalangan masyarakat baik laki-laki dan perempuan dengan berbagai keluhan penyakit. Jadwal buka praktik Yayasan ini mulai pagi hingga sore hari dan semua terapist-Nya adalah laki-laki. Tertulis pada baner di ruang tamu mulai dari terapy Bio Energi, Gurah mata, Bekam, bahtera Pijat refleksi.

Menurut keterangan dari mantan pasien berinisial “B” warga Kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dari pengalaman dirinya saat menjadi pasien “Saya di terapy di ruang seperti kamar dan Saya duduk diatas hambal agak basah, menggunakan alat berupa hambal, terlihat dialiri medan listrik yang tegangannya diatur dengan alat sehingga bisa besar kecil tegangan, lalu kaki saya terasa ada getaran listrik yang terhubung ke tubuh Saya”. ” Tukasnya.
Hasil dialog tim lapangan Netralitasnews.com mengenai legalitas dan sertifikasi Terapist tidak dapat di ambil photonya dengan alasan tidak boleh diambil gambar, menurut “R” pimpinan Yayasan tersebut “SK semuanya dipusat karena kita hanya di cabang, sertifikat yang ada dari pusat, sertifikat pelatihan satu sertifikat, dan surat perintah tugas cuma satu. sedangkan yang bertugas menangani pasien ada lima orang. ” Untuk penanganan yang menangani 3 orang, Saya sendiri, mas Anam, dan Mas Agus” tambahnya.
Praktek pengobatan ini libur hari Jum’at jadi buka 6 hari , dengan jumlah pasien kadang 10 orang kadang lebih, gak tentu mas , sistem sukarela juga membayar jasa Kami “. ” ungkap “R”
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang melalui Kasubag Informasi & Humas Yuyun Trimansyah , S.Kep., Ners. ,Menguraikan, mengenai mekanisme perizinan yang seharusnya dilakukan terkait dengan Kesehatan Masyarakat. “Silahkan ditanyakan langsung kepada Kasi SDK dan Kasi Pelayanan Kesehatan”. Tim lapangan didampingi langsung Penasihat media online Netralitasnews bertemu langsung dan sempat menanyakan sejauh mana proses perizinan Yayasan MIFTAHUSSYIFA.
Kasi Pelayanan Kesehatan , Intan Sari Dewi , S.Kep.,Ners., menyampaikan sudah berkunjung dan melihat langsung ke tempat praktik Yayasan MIFTAHUSSYIFA bersama rekan dan pihak Puskesmas. ” Menindaklanjuti Surat Pengajuan Izin dari Yayasan MIFTAHUSSYIFA ini , Kami 2 (dua) orang dari Dinas Kesehatan bersama 1 (satu) orang dari PUSKESMAS Tebing Tinggi , melakukan kunjungan lapangan melihat langsung guna memverifikasi serta melakukan tinjauan lapangan, banyak hal yang belum memenuhi persyaratan untuk memberikan rekomendasi perizinan yang dimaksud , sertifikasi terapist juga tidak lengkap , seperti Bekam dan lain sebagainya, jadi hanya terapy Pijat Refleksi yang sudah ada sertifikasi”. ” Ungkapnya.
Bahkan disampaikan juga langsung Kasi Pelayanan Kesehatan , saat kunjungan melihat ada pasien wanita sedang ditangani di bilik bertirai hanya berdua saja dengan terapist. dirinya menegur agar tidak menangani pasien wanita tanpa didampingi suami atau saudara. ” Saya tegur langsung Pak saat itu juga, agar jangan melanggar etika. karena Yayasan ini memakai nama Islam seharusnya ‘kan sesuai ajaran Islam”. ” tambahnya.

Kasi. Sumber Daya Manusia Kesehatan , Helda Rahmi , SKM., via telephon memberikan penjelasan bahwa sejauh ini baru melakukan kunjungan dan mempelajarinya terlebih dahulu terkait Perizinan Yayasan Miftahussyifa . ” Kami baru tahapan kunjungan lapangan untuk membuat rekomendasi jika memang tidak memenuhi syarat maka Kami juga belum akan mengeluarkan rekomendasi secara resmi”. Katanya.
Terpisah Sekretaris Lurah merangkap PLT. Lurah Tanjung Makmur , Saipul, SE saat disambangi menjelaskan sudah memberi arahan dan teguran. “Apabila Yayasan Miftahussyifa tidak meng indahkan dan menganggap sepele hal ini maka Kami juga dari Pemerintah Kelurahan tidak segan untuk menghentikan kegiatan Yayasan ini sementara menunggu proses perizinan selesai.” ungkapnya.
Saipul, SE menambahkan jika Yayasan ini ternyata sulit dibina atau diarahkan, agar kiranya pimpinan yayasan ini untuk dapat bekerjasama dengan baik dan apabila mereka tidak taat hukum serta aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, terlebih lagi ada komplain dari pihak manapun maka sudah seharusnya Yayasan ini segera berbenah diri, dalam memberikan pelayanan dengan baik apabila ada tamu baik dari masyarakat biasa, rekan media dan LSM ataupun Instansi Pemerintah. Jangan sampai membuat keresahan masyarakat yang dapat memicu konflik lebih luas lagi.
Tim dari reporter Netralitasnews , Suplan dan Sekretaris Redaksi Netralitasnews pernah 2 (dua) kali menyambangi tempat praktik Yayasan Miftahussyifa. Untuk menelusuri informasi yang berkembang ditengah masyarakat luas terkait Praktik Pengobatan dari Yayasan Miftahussyifa yang diduga Ilegal ini.
Alhasil tim dari Media Online Netralitasnews, Beritainvestigasi nasional.com dan Sergapbuserpos.com dilarang mengambil gambar ruang praktik dan tidak boleh mengambil Photo kelengkapan berkas baik berupa piagam pelatihan berupa sertifikat keahlian dan legalitas yang mereka miliki dengan alasan dokumen tersebut bersifat intern atau privasi.” Jangan di Foto mas , silahkan dibaca saja ” ungkap Ramadani saat konfirmasi di tempat Praktiknya.
Sampai berita ini tayang, tim belum bertemu Camat Tebing Tinggi untuk mengkonfirmasi hal ini. (Tim Redaksi)
Empat Lawang
KAPOLRES Empat Lawang Melalui Kapolsek Tebing Tinggi Salurkan Bantuan Sosial Kepada Korban
7,837 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – KAPOLRES EMPAT LAWANG AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Tebing Tinggi KOMPOL HERMAN AKHIRI, S.IP., M.M. bersama personel Polsek Tebing Tinggi menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Batu Pance, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (01/08/2026) Petang.
Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga Bapak Amang Guono, yang rumahnya mengalami musibah kebakaran pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan moril serta bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran.
Kapolsek Tebing Tinggi KOMPOL HERMAN AKHIRI, S.IP., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus tindak lanjut kebijakan Kapolres Empat Lawang agar seluruh jajaran selalu responsif terhadap setiap musibah yang menimpa warga.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh Polres Empat Lawang melalui Polsek Tebing Tinggi.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa kebersamaan sebagai wujud komitmen Polri Presisi yang selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat. (@Red).
Empat Lawang
PROGRAM INOVASI UPTD PUSKESMAS LESUNG BATU “KLISE TB”
8,546 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Lesung Batu, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui inovasi terbarunya.
Program unggulan bertajuk “Klise TB” kini rutin dilaksanakan dalam pelayanan di UPTD Puskesmas Lesung Batu. Inovasi ini merupakan singkatan dari Klinik Sanitasi Online yang berfokus dalam penanganan pasien TBC.
Inovasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit TBC di wilayah kerja Puskesmas Lesung Batu dengan memberikan penyuluhan secara rutin dengan memanfaatkan media sosial yaitu WhatsApp.
Kepala UPTD Puskesmas Lesung Batu, Nurul Huda, SKM, M.K.M menjelaskan bahwa sasaran utama dari program ini adalah pasien TBC di seluruh wilayah kerja Puskesmas Lesung Batu karena mengingat bahwa penyakit TBC merupakan penyakit menular yang dapat terjadi melalui droplet atau percikan air liur.
Kasus pasien TBC di Puskesmas Lesung Batu tahun 2025 sebanyak 47 pasien sehingga inovasi ini dianggap perlu untuk mencegah penyebaran dan peningkatan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Lesung Batu dan untuk mendukung sasaran prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dalam program eliminasi TBC tahun 2030.
Penerapan Inovasi KLISE TB ini juga dapat menjadi solusi utama terhadap penurunan penyebaran penyakit TBC, karena dengan menggunakan metode konsultasi secara online, maka pasien dapat terpantau secara teratur dan juga dapat menghindari terjadinya penyebaran penyakit dari pasien kepada petugas kesehatan maupun dari pasien kepada pengunjung pasien yang lain.
Mari wujudkan Lesung Batu yang lebih sehat terbebas dari penyakit TBC. (@Red).
Empat Lawang
Kapolres Empat Lawang Bersama Forkopimda dan Forkopimcam Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026
13,896 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Dalam rangka mempererat sinergitas dan kebersamaan antar unsur pemerintahan serta masyarakat,
Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. bersama Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Empat Lawang Yuli Andri, S.H., jajaran Forkopimda dan Forkopimcam menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Prancis melawan Tim Nasional Spanyol.
Kegiatan nobar yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB tersebut digelar dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., Kajari Empat Lawang Yuli Andri, S.H., Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, Forkopimcam, pejabat utama Polres Empat Lawang, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Polri, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Kejaksaan Negeri Empat Lawang, unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersamaan dan keharmonisan di Kabupaten Empat Lawang.
Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini tidak hanya menjadi sarana hiburan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola tingkat dunia, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali silaturahmi, meningkatkan komunikasi, serta membangun hubungan yang harmonis antara aparat pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M. bersama Kajari Empat Lawang Yuli Andri, S.H. mengapresiasi terselenggaranya kegiatan nobar tersebut.
Menurutnya, kebersamaan antara Forkopimda, Forkopimcam, dan masyarakat merupakan bentuk nyata kuatnya sinergi dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi Kabupaten Empat Lawang yang aman dan kondusif.
Selama pertandingan berlangsung, seluruh peserta mengikuti jalannya laga dengan tertib, penuh semangat, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol berlangsung sengit hingga akhirnya Tim Nasional Spanyol berhasil meraih kemenangan dan memastikan diri melaju ke babak final.
Melalui kegiatan ini, Polres Empat Lawang bersama Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Kejaksaan Negeri Empat Lawang, Forkopimda, Forkopimcam, dan masyarakat berharap sinergitas serta kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Empat Lawang. (@**).
-
Bengkulu5 tahun agoLSM PKN Laporkan Perbuatan Melawan Hukum, Dugaan Korupsi DD Dusun Sawah Ke Kejari
-
Empat Lawang5 tahun agoPjs. Kepala Desa Aur Gading diduga Tabrak Permendagri no 67 Tahun 2017
-
Empat Lawang10 bulan agoUPTD Puskesmas Tebing Tinggi Selengggarakan Kegiatan Pemicuan dan Pendampingan Pilar 1 STBM
-
Empat Lawang5 tahun agoDi duga Dana Rehab SMP Negeri 1 Pobar Jadi Ajang Korupsi, APH di Minta Bertindak
-
Empat Lawang8 bulan agoBupati Joncik Pembina Upacara Peringatan HAB ke – 80 Kemenag RI
-
Empat Lawang6 tahun agoInspektorat Akan Turun Lapangan, Uji Petik Dugaan Pemotongan BLT DD Suka Dana
-
Empat Lawang1 tahun agoAtlet IPSI Empat Lawang Raih 5 Besar pada Pencak Silat Road TO PON Sum-Sel
-
Advertorial5 tahun agoDEWAN PENDIDIKAN Empat Lawang Kunjungi SMPN 1 Ulu Musi, ini Penyebabnya
