Connect with us

Empat Lawang

Kor-wil Pendidikan Sikap Dalam di duga Pung-li, Kep-Des Minta Jangan di Teruskan

Published

on

 4,790 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Kordinator wilayah pendidikan wilayah sikap dalam. di duga lakukan pungutan liar (Pun-gli) kepada sejumlah sekolah mulai dari sekolah dasar (SDN) hingga sekolah menenga pertama (SMPN), sikap dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera selatan. (11/05/2021)

Hal ini diungkapkan oleh LSM-Ratu Adil wilayah tugas Empat Lawang. menurutnya berdasarkan hasil laporan warga dan investigasinya diduga kuat telah terjadi pungutan liar terhadap sejumlah kepala sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama Negeri se-kecamatan sikap dalam.

Pungutan tersebut informasinya berdasarkan perintah dan di peruntuhkan untuk tenaga kerja sukarela (TKS) yang bekerja di kantor kordinator willayah pendidikan sikap dalam, besaran yang di pungut Rp.10.000,-/ guru di setiap sekolah” jelasnya

Dikataknnya lagi, “dugaan pungutan tersebut sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir ini. semua bukti sudah kita kumpulkan, datanya sudah lengkap berdasarkan hasil investigasi di lapangan. apapun alasannya yang namanya pungutan itu tidak di benarkan.” Urainya

Sementra itu, kepala kordinator wilayah pendidikan (Korwil) kecamatan sikap dalam saat di konfirmasi melalui WhatsApp membalas, wa’alaikum salam, tidak ada pungutan Rp. 10.000,-/ guru di di wilayahnya

Sementara Ketua MKKS. Arlan juga telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, namun tidak membalas, di telphone tidak ada jawaban.

Sementara itu terpisah, sebelumnya ketua LSM-Gerhana Indonesia Dewan pimpinan Kabupaten (DPK) Empat Lawang telah konfirmasi kepada Ketua Kordinator wilayah pendidikan sikap dalam” ia menjawab itu MKKS.” jawabnya singkat.

Tak berselang lama kepala desa Karang dapa lamo Pauzu menelpon ketua Gerhana Indonesia minta untuk tidak di teruskan, dan minta untuk menemui dirinya guna klarifikasi. karena dana itu cuma Rp. 1.200.000,- di bagi empat orang artinya Rp. 300.000,- / orang, Jelas Cienci Riestan menirukan Kades Karang dapo Lamo.

Pada 11 mey sore Ketua LSM-Gerhana Indonesia menelpon Pauzu Kepala desa Karang dapo lamo dengan mengatakan kan datang atas permintaan Kepala desa sebelumnya, oke jawab Pauzu saya tunggu namun sekarang saya sedang bertemu Provam di Pendopo.

Bersama Tim Red Netralitasnews.com ketua LSM-Gerhana Indonesia ke – karang dapo lamo setelah tiba disana sang Kepala Desa Pauzu tak membuka pintu setelah agak lama pintu dibuka oleh seorang perempuan muda mengatakan, “bapak tidak ada dirumah ia sedang melayat, tidak tahu juga melayat kemana.” Ujar seorang perempuan yang di duga anak kepala desa yang sedang bersama anak kecil.

Ketua LSM-Gerhana Indonesia, mencoba menelphone Pauzu berungkali namun tak diangkat. dirinya sangat menyayangkan kebobrokan manajemen penddidikan di kecamatan sikap dalam khususnya di Kabupaten Empat Lawang pada umumnya, mulai dari dana Bos Afirmasi dan kinerja yang diduga kuat tidak tepat sasaran, Reguler juga demikian hingga terjadi adanya indikasi Pung-li yang kerap kali terjadi.

Dirinya juga sungguh sangat menyesal karena mudah percaya dengan kepala desa yang katanya agar menemui dirinya. namun tak kunjung bertemu yang artinya terkesan di tipu-tipu bak anak kecil saja. sesungguhnya sejatinya kepala desa itu terbuka terhadap masyarakat, transparan, bijaksana dan selalu mengedepankan etika, akan tetapi semua itu hanyalah pandangan semu semata, ” ujarnya

Lanjut dia, “lagian tak ada urusannya adanya indikasi pungutan liar pada pendidikan. namun kepala desa yang mau klarifikasi dan minta untuk tidak diteruskan. hal ini tentu tak bisa karena jika informasi lengkap, konfirmasi sudah balance maka berita harus naik walau bagaimanapun juga.

Imbuhnya lagi, setelah idul fitri ini nanti dirinya tak akan segan-segan untuk melanjutkan pelaporan siapapun yang ada indikasi KKN, Pungutan liar dan yang berindikasikan melanggar peraturan. kita akan teruskan sesuai dengan bukti pemula dan atas laporan masyarakat. (Tim/Red/Nnc).

Advertisement

Empat Lawang

Jalin Sinergi Kapolres Empat Lawang Ajak Wartawan duduk Bersama

Published

on

 588 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Demi menjalin sinergi antara pihak aparat penegak hukum Polres Empat Lawang dengan Media yang tergabung di PWI dan IWO-I, Kamis malam, (30/04). Sekira pukul 20.00 WIB. 

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi ajak wartawan duduk bersama dengan cara diskusi serta membahas tentang beberapa kasus di bumi saling keruani saling kerawati, dengan tujuan agar dapat memberikan berita yang balance kepada masyarakat di Kabupaten Empat Lawang.

Hadir dalam pertemuan ini Kapolres Empat Lawang dan beberapa pejabat utama, Kasat Intelkam, Kasi Humas dan anggota.

Ketua PWI Empat Lawang Rodi Hartono, Ketua IWO-I Empat Lawang Likwan YU, Ketua SMSI Empat Lawang pewarta  Erwinza, Ketua IWO Amri Wijaya, media elektronik, cetak, Online, Nasional , Regional dan Lokal.

Bertempat di Kedai Keruani Polres Empat Lawang, halaman Mapolsek Tebing Tinggi.

Dengan adanya pertemuan ini semoga kedepannya dapat terjalin kerja sama yang baik, dan saling memberikan informasi yang akurat dan berimbang di wilayah hukum Polres Empat Lawang bumi saling keruani saling kerawati menuju Empat Lawang MADANI Menjadi lebih baik lagi.

Dengan didukung  cuaca yang cerah terang bulan, yang di temani kopi panas serta makanan ringan lainnya, pertemuan berlangsung sukses tanpa adanya hambatan. (@Red).

Continue Reading

Empat Lawang

Diduga Dinas Pertanian Empat Lawang Lakukan Pung-li, Siber diminta Menyelidiki

Published

on

 4,975 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG // Sum-Sel, Netralitasnews.com – Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang di duga pungut biaya jutaan rupiah dari kelompok tani (Poktan).

Sebelumnya di dapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa adanya pungutan liar (PUNG-LI) terhadap beberapa kelompok tani agar mendapatkan alat mesin pertanian (ALSINTAN).

Berdasarkan informasi tersebut bahwa kelompok tani diminta uang sebesar Rp 4,000,000 (Empat juta rupiah).

Uang tersebut di setorkan dengan dua cara, ada yang setor cash, dan ada juga yang di transfer melalui nomor rekening BANK ke – beberapa oknum pegawai dinas pertanian Empat Lawang.

Setelah mendapatkan informasi, kepala dinas pertanian Empat Lawang, Hendra Lezi di konfirmasi tidak memberikan jawaban, tanggapan, sanggahan, atau klarifikasi.  

Hingga berita ini di update kembali masih belum ada respon dari Hendra Lezi kepala dinas pertanian Empat Lawang.

Kepada Tim sumber Pung-Li polda Sumatera Selatan diminta untuk dapat menyelidiki dugaan kasus ini. apabila di temukan bukti pelanggaran berat maka masyarakat meminta untuk dapat menindaknya sesuatu SOP. (@TIM).

Continue Reading

Empat Lawang

POLRES Panggil Oknum Guru di Duga Hina Profesi Wartawan

Published

on

 7,314 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilaporkan oleh seorang jurnalis TVRI berinisial DA kini memasuki tahap penyelidikan.

Pihak kepolisian Polres Empat Lawang telah melakukan pemanggilan awal terhadap terlapor, seorang oknum guru di salah satu SMPN Tebing Tinghi berinisial “AK” Kamis, 16 April sekitar jam 10. pagi.

Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan awal dalam tahap penyelidikan (lidik).

Dalam proses ini, penyidik mendengarkan langsung keterangan dari pihak terlapor guna melengkapi berkas perkara yang sebelumnya telah disertai laporan dan keterangan saksi.

Kasat Reskrim Polres Empat Lawang melalui Kanit Pidum, Ipda. Yulius, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

“Sejauh ini, kami telah memanggil yang bersangkutan dan mendengarkan keterangannya. untuk selanjutnya, proses masih terus berlanjut ke tahap penyelidikan, ”ungkapnya.

Kasus ini bermula dari laporan DA yang merasa profesinya sebagai wartawan dihina, disertai dugaan adanya unsur fitnah. hngga saat ini, Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Empat Lawang masih terus mendalami perkara tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan dan keterangan lanjutan.

Pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, perkembangan kasus dugaan penghinaan profesi wartawan ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan insan pers di Kabupaten Empat Lawang. (@**).

Continue Reading

 4,791 X dibaca hari ini,  5 X dibaca hari ini

Populer

error: Content is protected !!