Connect with us

Empat Lawang

34 Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Empat Lawang dilantik

Published

on

 2,011 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG // Sum-Sel, Netralitasnews.com – Sebanyak 34 pejabat di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Empat Lawang dilantik, dan mengambil sumpah jabatan dalam sebuah upacara yang berlangsung meriah pada Selasa malam. 

Bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Empat Lawang. (12/09/2023).

Upacara pelantikan ini dipimpin oleh Bupati Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., SH., MM., MH.
para pejabat yang baru saja dilantik ini terdiri dari 2 pejabat Eselon II, 19 pejabat Eselon III, dan 13 pejabat Eselon IV, sesuai dengan Keputusan Bupati Empat Lawang Nomor: 821.23/19/KEP/BKPSDM.II/Tahun 2023 yang diterbitkan pada tanggal 8 September 2023.

Berikut adalah daftar nama-nama pejabat yang telah dilantik:

Eselon II :

– Noperman Subhi, S.Ip., M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan

– Salman Alfarisy Anwar, ST., MM, Kepala Dinas Perikanan

Eselon III:

• Sapardina Joli, S.Sos, dilantik sebagai Camat Tebing Tinggi

• Sefza Doris, S.Kom., MM, dilantik sebagai Camat Pendopo

• Kodri, SE., MM, dilantik sebagai Camat Lintang Kanan

• Fredi Pranata, ST, dilantik sebagai Camat Saling

• Fedriyanto, S.Kom., MM, dilantik sebagai Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

• Supriyadi, SH., MM, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran

• Meli Junita, SE., MM, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Perikanan

• Niswa Susilawati, SE, dilantik sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)

• Amrullah, SH, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

• Nande Novalia, S.Psi, dilantik sebagai Kabid Perekonomian SDA dan Pendanaan Pembangunan (Bappeda Litbang)

• Muai, S.Pd., M.Pd, dilantik sebagai Pendataan dan Penetapan Daerah (Bapenda)

• Rosihan, ST, dilantik sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja

• Juni Deleyanto, SE., MM, dilantik sebagai Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Dinas Polisi Pamong Praja

• Iqbal Tawwakal Idola Negara, SE, dilantik sebagai Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo

• Poris Siswanto, S.Sos, dilantik sebagai Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

• Rustam Effendi, SE, dilantik sebagai Sekretaris Camat Lintang Kanan

• Ricky Agustiyan, S.Sos., MM, dilantik sebagai Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan

• Suryati, A.Md, dilantik sebagai Kabid Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran

• Mahdalena, SKM, dilantik sebagai Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa (Kesbangpol).

Eselon IV:

– Sarjani, SKM, Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

– Apriandi, SE., MM, Kepala UPTD Pasar

– Alfikri, SE, Kasi Pelayanan Umum

– Dan sejumlah pejabat lainnya yang dilantik pada berbagai posisi.

Dalam pidatonya, Bupati Joncik Muhammad mendorong para pejabat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga amanah yang diemban.

Beliau juga memberikan selamat kepada para pejabat yang dilantik dan berharap bahwa jabatan ini akan membawa rejeki dan berkah.

Upacara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Empat Lawang, termasuk Kapolres, Kajari, Sekda, dan tokoh lainnya, yang memberikan dukungan dan harapan untuk masa jabatan yang sukses bagi para pejabat yang baru saja dilantik. (@Rls).

Advertisement

BANNER

PJ. Pemerintah Desa Muara Lintang Lama Kec. Pobar Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kabupaten Empat Lawang ke-19, 20 April 2007 ~ 20 April 2026

Published

on

 1,459 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang Mengucapkan ; Selamat DIRGAHAYU KABUPATEN EMPAT LAWANG ke -19, 20 April 2007 – 20 April 2026.

” DENGAN SEMANGAT HARI JADI KE-19 KABUPATEN EMPAT LAWANG MARI KITA BERSINERGI MEWUJUDKAN EMPAT LAWANG MADANI JILID II MELALUI PEMERINTAHAN PROFESIONAL, EKONOMI MANDIRI, DAN PELAYANAN BERKUALITAS “

Tertanda : SAFRIN, S.Pd Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang.(@Red).

Continue Reading

Empat Lawang

Di Balik Tangis Bayi, Dugaan Skenario Penemuan yang Mengusik Nurani Publik

Published

on

 1,147 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com –  Sumatera Selatan — Tangisan bayi yang sempat menggugah rasa iba masyarakat kini berubah menjadi tanda tanya besar. Kasus penemuan bayi di semak-semak Jalan Tembusan 3B yang sebelumnya menyentuh sisi kemanusiaan, kini justru dibayangi dugaan manipulasi alur kejadian.

Sorotan tajam datang dari media sosial. Unggahan akun Facebook bernama Sutri Yanti memicu gelombang reaksi publik, setelah menyebut bahwa peristiwa tersebut diduga bukan sekadar penemuan biasa.

“Kasus viral penemuan bayi Tebing Tinggi Empat Lawang Sumsel. Ternyata maling teriak maling. Yang menemukan bayi di semak belukar adalah orang tua kandungnya sendiri,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sontak menggiring opini publik ke arah yang lebih dalam—bahwa ada kemungkinan peristiwa yang semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan, justru merupakan sebuah skenario yang disusun untuk menutupi aib.

Lebih jauh, dalam unggahan itu disebutkan bahwa narasi penemuan bayi diduga sengaja dibentuk agar terlihat alami dan mengundang simpati.

“Berharap berdalih menutup aib. Dibuatlah skenario sebagus mungkin bahwa dia dapat anak. Dan akhirnya skenario palsunya terbongkar,” lanjutnya.

Jika dugaan ini benar, maka peristiwa ini bukan hanya soal penelantaran anak, tetapi juga bentuk manipulasi terhadap empati publik. Rasa iba masyarakat yang tulus bisa saja dimanfaatkan sebagai tameng untuk menutupi fakta yang sebenarnya.

Fenomena ini menjadi cermin buram kondisi sosial, di mana rasa malu dan tekanan sosial diduga lebih diutamakan daripada tanggung jawab terhadap nyawa seorang anak yang tak berdosa.

Lebih ironis lagi, jika benar skenario tersebut melibatkan orang tua kandung, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan yang paling mendasar.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat kini dihadapkan pada dua kemungkinan: antara fakta yang sesungguhnya atau sekadar opini yang berkembang liar di media sosial.

Namun satu hal yang pasti, kasus ini telah membuka ruang diskusi yang lebih luas—tentang moralitas, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah peristiwa bisa dikemas sedemikian rupa untuk memengaruhi persepsi publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa ini.

Masyarakat pun berharap, fakta yang sesungguhnya segera terungkap. Sebab di balik semua ini, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan—seorang bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang, justru menjadi korban dari situasi yang belum sepenuhnya jelas.(@Rls). 

Continue Reading

Empat Lawang

Gabungan Wartawan Akan Laporkan Oknum Guru yang Diduga Hina Profesi Jurnalis

Published

on

 2,036 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Gabungan wartawan dari media online, cetak, dan televisi yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Diskominfo Kabupaten Empat Lawang berencana melaporkan seorang oknum guru SMP Negeri 5 Tebing Tinggi berinisial CA. Oknum tersebut diduga telah menghina profesi wartawan melalui komentar di media sosial Facebook.

Peristiwa ini bermula saat salah satu media online memuat pemberitaan terkait dugaan penimbunan gas elpiji di sebuah rumah mewah di Kecamatan Tebing Tinggi. Namun, alih-alih memberikan kritik yang konstruktif, CA justru melontarkan komentar yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.

Dalam komentarnya, CA menyebut bahwa berita tersebut merupakan “pembodohan publik” serta menilai tulisan jurnalis tidak memenuhi unsur dasar jurnalistik 5W+1H.

Ia bahkan secara terbuka menyarankan agar wartawan “belajar lagi cara menulis”, yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk arogansi yang tidak pada tempatnya.

“Berita ini tidak ada unsur 5W + 1H. Mestinya sebelum membuat berita, wartawan tersebut harus belajar dulu,” tulis CA pada Jumat (10/4).

Tak hanya itu, CA juga secara personal menyasar salah satu jurnalis televisi, Diah Anggraini dari TVRI. Dalam unggahannya, ia menuding produk jurnalistik yang dihasilkan cenderung menjatuhkan pihak tertentu.

“Ya betul, belajar menulis dengan tata bahasa yang benar. Termasuk Anda, Bu Diah, pencari berita yang sukanya menjatuhkan orang. Nanti saya kritik, tidak terima. Mengkritik orang semena-mena, giliran dikritik tidak terima. Tidak adil namanya,” tulisnya.

Diri nya secara Prontal menyuruh wartwan mencari ide yang lebih kreatif lagi dalam menguak suatu berita seperti menyuruh wartawan mencari berita ke akhirat.

” Bukan nya anda yang hobi nya nimbrung, setiap berita viral di tangkap, coba cari ide sendiri ,cari ke akhirat misal nya,” ungkap Seorang guru Bahasa Indonesia pendidik Generasi Bangsa di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Empat Lawang, Rodi Hartono, menyayangkan sikap oknum guru yang dinilai terlalu frontal dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus tenaga pendidik, seharusnya yang bersangkutan dapat memberikan contoh yang baik dalam berkomunikasi, bukan justru menggeneralisasi dan menghakimi profesi wartawan.

“Tidak semua wartawan seperti itu. Masih banyak wartawan yang bekerja secara profesional, bahkan telah mengantongi sertifikasi dari Dewan Pers mulai dari jenjang muda hingga madya. Jika ada kesalahan oleh oknum, jangan digeneralisasi seolah mewakili seluruh profesi,” tegas Rodi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat dampaknya yang luas terhadap persepsi publik.

“Bijaklah dalam memberikan komentar di media sosial. Apa yang disampaikan di ruang publik dapat memengaruhi pemahaman masyarakat secara luas,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, organisasi wartawan yang tergabung dalam Forkom Diskominfo Empat Lawang berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang untuk menyampaikan sejumlah sikap resmi, antara lain:
• Setiap profesi, baik tenaga pendidik maupun insan pers, memiliki peran strategis dalam pembangunan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keterbukaan informasi publik.

• Tenaga pendidik sebagai figur teladan diharapkan senantiasa menjaga etika komunikasi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.
• Perbedaan pandangan atau miskomunikasi hendaknya disikapi secara bijak tanpa saling menyudutkan.
• Penting bagi semua pihak untuk mengedepankan etika, saling menghormati, serta melakukan klarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman.
• Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers.
• Pihak terkait didorong untuk memberikan penjelasan secara proporsional guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.

Gabungan wartawan juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga kondusivitas, serta terus membangun hubungan yang harmonis dan konstruktif ke depan. (**).

Continue Reading

 2,012 X dibaca hari ini,  5 X dibaca hari ini

Populer

error: Content is protected !!