Connect with us

Opini

Masyarakat Harus Tau Soal Pengembalian atau Penarikan Kendaraan itu Masih Bermasalah apa tidak di Sistem BI Checking

Published

on

 3,135 X dibaca

SUMBAGSEL, Netralitasnews.com– Malu bertanya sesat dijalan, itulah pepatah yang sangat sakral didalam kehidupan.

Dalam kehidupan memang manusia tak luput dari sebuah keinginan, keinginan apapun manusia itu akan berusaha semaksimal mungkin ketika apa yang ingin dicapai sebagai mimpi akan dilakukan. namun mimpi tersebut tak jarang yang berhasil didapatkan sesuai harapan.

Disini penulis mengulas tentang penarikan kendaraan terhadap kredit yang macet belum tentu hutang menjadi lunas apabila kendaraan sudah ditarik atau dikembalikan.

Sebelum membahas lebih jauh penulis memaparkan sedikit tentang BI Checking berdasarkan sumber yang penulis dapatkan.

BI Checking adalah Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit. Singkatnya, BI Checking jadi penentu kelayakan calon debitur.

Untuk diketahui, per 1 Januari 2018, BI Checking atau SID (Sistem Informasi Debitur) sudah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK.

SLIK ini dikelola oleh OJK. Jadi, Anda sebagai debitur kini dapat memperoleh atau mengecek catatan kualitas kredit Anda dengan layanan informasi debitur (iDEB) melalui SLIK OJK.

Bila permohonan kredit ditolak, mungkin salah satu penyebabnya karena riwayat kredit di BI Checking buruk alias masuk blacklist BI Checking. Rapor kredit merah diakibatkan dari kredit macet atau menunggak cicilan.

Jika BI Checking ingin bersih kembali, Anda atau pemohon harus melunasi utang tersebut. Sehingga Anda terbebas dari daftar blacklist BI. Begitu sudah bersih, masih ada hal yang harus Anda lakukan. Berikut langkah nya, Mintalah surat pelunasan utang, Minta bank perbarui data Anda ke OJK, Cek mandiri iDEB Online lewat SLIK, Tunda sementara mengajukan pinjaman, atur keuangan dengan cermat dan tepat,
jangan mengulangi kesalahan yang Sama.

Jadi masyarakat harus teliti serta bertanya kepada lembaga keuangan khususnya pihak leasing yang terkait ataupun lembaga keuangan yang berbadan hukum tentunya.
Terkait dengan penarikan atau pengembalian kendaraan kepada leasing apakah bebas dari masalah?

Disini penulis juga memberikan contoh kasus dibeberapa sumber, tentang penarikan kendaraan tidak menghapus hutang atau tanggungan terhadap sisa kredit dari hasil penarikan.

Perhitungan nya adalah sisa hutang dan hasil pelelangan penjualan kendaraan kita yang ditarik oleh pihak leasing.
Jika hasil penjualan itu melebihi sisa hutang, maka itu cukup beruntung bagi kita untuk memperoleh sisa uang dari hasil penjualan dipelelangan, jika hasil penjualan tersebut kurang dari Hutang kita, maka kita tetap terbebani oleh sisa hutang kita, itu sudah tersistem oleh BI Checking.

Namun jarang sekali yang mendapat kan sisa penjualan, yang ada malah kita masih terbebani oleh hutang.
Jadi, dari sumber yang penulis telusuri ini memang adanya.

Tetapi, untuk kasus yang penulis tangani atau lihat secara nyata belum pernah, mungkin ada atau tidaknya penulis belum mendapatkan fakta secara jelas.

Disini penulis hanya mengingatkan, agar masyarakat cermat dan teliti terhadap apa yang akan terjadi dikemudian hari apabila kendaraan ditarik atau kita kembalikan kepada pihak leasing apabila tidak sanggup membayar lagi.

Jika perlu ada kwitansi tanda lunas bila mau aman, ini sebagai pegangan ketika suatu saat bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sebagai contoh apabila kita mau mengambil kredit kendaraan lagi atau kredit barang lain atau juga kita mau pinjam uang. Jangan sampai saat pengecekan data dibank atau lembaga keuangan lainnya , nama kita terblacklist, dikarenakan ada tunggakan yang mesti kita bayar.

Hutang kita sudah tersistem tunggakan apa yang menghambat pengajuan kredit kita, mungkin saja tunggakan seperti yang penulis sampaikan diatas tadi.
Jadi penulis memberikan saran kepada masyarakat bila terjadi penarikan kendaraan, maka hendaklah bertanya, jangan sampai nanti menjadi masalah dikemudian hari.

Tanyakan pada leasing yang terkait atau lembaga keuangan lainnya sebelum mengembalikan kendaraan, atau sebelum adanya penarikan kendaraan.

Penarikan kendaraan tidak semudah seperti dulu, dikarenakan sudah ada peraturan dan himbauan dari Kapolri tentang larangan dan praktek tarik kendaraan dijalanan. mungkin sedikit informasi yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat dan semoga masyarakat lebih cermat, teliti dan hati-hati. (Release)

Penulis adalah Advokat atau Praktisi Hukum
Dari kantor Hukum BPS And Partners
Wa: 082282678118

Advertisement

Opini

Merosotnya Moral di – Era Globalisasi Kemajuan Tecnology

Published

on

 2,283 X dibaca

BENGKULU, Netralitasnews.com Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) memang memberikan dampak yang positif di era globalisasi kemajuan teklnologi di segala bidang. Namun hal ini tidak menutupi adanya penyalahgunaan atas perkembangan teknologi tersebut. Seperti contoh menciptakan permainan yang tidak mencerminkan nilai nilai kemanusiaan yang beradab, dalam pandangan budaya, negara kita Indonesia termasuk ke dalam negara yang menganut budaya timur. budaya orang timur terutama Indonesia lebih mengedepankan tata krama atau biasa disebut dengan unggah-ungguh di dalam kehidupan bermasyarakatnya di Indonesia setiap aspek kehidupan diatur dengan menggunakan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Bicara soal teknologi dalam permainan atau yang sering kita sebut dengan game adalah sesuatu kegiatan yang dilakukan untuk menghibur diri dari rasa jenuh.

Seiring berkembangnya IPTEK pada era globalisasi yang semakin maju dan modern ini membuat banyak beredarnya berbagai jenis games. tak hanya untuk sekedar refreshing namun aplikasi games telah menjadi sebuah bisnis industri yang sangat besar. Games yang dahulu sering dikaitkan dengan masa kanak – kanak ternyata telah menyedot perhatian remaja dan bahkan orang-orang dewasa saat ini.

Game berarti (hiburan). Permainan game juga merujuk pada pengertian sebagai “kelincahan intelektual” (intellectual playability).

Sementara kata (game) bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya.

Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.

Namun disini penulis berharap peran pemerintah dan penggiat dunia per-game-an untuk selektif terhadap permainan yang pantas atau tidak pantas untuk dipasarkan.

Apalagi saat ini dipertontonkan secara masa atau siaran langsung didunia media sosial ‘Facebook”. sebagaimana yang saat ini beredar berbagai permainan game dipertontonkan secara live.

Dalam sebuah game, yang mana game tersebut menayangkan tontonan yang tidak pantas untuk ditayangkan, meskipun bentuknya hanya permainan orang orangan , namun disana ada permainan yang menyajikan permainan seks. akan hal ini cukup mengherankan saja, kenapa permainan ini sangat didukung didunia digital yakni (Teknologi).

Apakah saat ini kita mengikuti budaya barat sehingga dibebaskan nya sesuatu yang negatif menjadi positif terhadap dunia tekhnologi yang diciptakan oleh negara luar.

Negara kita ini memang demokrasi, namun punya aturan tegas, jangan sampai demokrasi kita diera teknologi bisa menambah merusak generasi muda Indonesia sebagai penerus bangsa di masa sekarang dan mendatang. hal ini memang nampaknya sepeleh, namun kerusakan moral berdampak buruk dalam segala aspek kehidupan.

Ini tugas bagi pemerintah dalam hal memberikan aturan sebagai bentuk melindungi warga negara dari berbagai ancaman, termasuk ancaman moral dan memudarnya nilai – nilai kemanusiaan yang beradab. karena generasi kita jangan sampai rusak dengan kemajuan teknologi dan tontonan yang tidak pantas dipublikasikan diaplikasi manapun.

Tidak menutup kemungkinan tidak adanya pembatasan dalam sebuah kemajuan apapun, baik bidang teknologi, industri dan lain sebagainya. berharap kemajuan teknologi yang semakin berkembang ini peran pemerintah harus mempunyai aturan tegas berdasarkan norma hukum yang berlaku, agar generasi kita tidak berdampak negatif terhadap kemajuan teknologi dunia ini.

Dan untuk anak – anak dibawah umur, remaja peran orang tua perlu dalam mengawasi anak – anak dalam kegiatan memegang handphone, merujuk pada apa yang yang di lihatnya dan apa yang dimainkannya dalam memegang handphone atau komputer tersebut. tak hanya permainan game saja, aplikasi lainnya juga digunakan untuk hal hal yang negatif demi mengharapkan sesuatu.

Ingatlah dunia ini tipu tipu muslihat saja dan sejatinya kehidupan kita kelak akan ada yang abadi setelah mati. Firman Allah SWT sudah dijelaskan dalam (QS. Al-Hadîd: 20).

Penulis Merupakan Praktisi Hukum atau Pengacara Di Kantor Hukum BPS And Partners. Wa: 082282678118

Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!