Empat Lawang
Pem-Des Karang Gede Lepas Bibit Ikan Nila dan Lele 150 kg
7,330 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Pemerintah desa karang gede, kecamatan sikap dalam, Kabupaten Empat Lawang. melepas bibit ikan di sungai Betung lebih kurang 3000 ekor/150 kg, Kamis (04/03/2021)
Kegiatan ini di hadiri oleh Camat sikap dalam, Kapolsek Ulu musi, BPD dan sejumlah perangkat desa. bibit ikan yang di lepas yakni jenis ikan nila dan ikan Lele. di lepaskan ke sungai betung di desa karang gede.
Kepala desa karang gede Suryadi kepada Netralitasnews.com menuturkan, “alhamdulillah hari ini kita laksanakan kegiatan pelepasan bibit ikan sebanyak 3000/150 kg bibit ikan nila dan lele.”
Dilepaskan bibit ikan ini guna untuk mensejahterakan warga masyarakat desa.” terangnya
Dirinya menghimbau kepada warganya agar dapat bersama menjaganya dan memelihara bibit ikan yang sudah di lepas. semoga kedepannya warga desa-desa karang gede dan sekitarnya dapat menikmati hasil ikan yang kita simai ini.
Lanjutnya, ikan yang saya lepas ini bukan untuk kepentingan saya pribadi, dan saya sengaja melepas bibit ikan itu untuk warga desa saya. maka dari itu saya menghimbau kepada warga desa karang gede jika sudah saatnya ikan tersebut bisa kita ambil.” pungkasnya. (Amir Makmun/Society).
BANNER
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H I Minal ‘Aidin Wal-Faaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin
6,734 X dibaca hari ini










Empat Lawang
Diduga Propam Polda Buta Tuli, LP Kasus Hilang ditelan Alam
6,483 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Diduga Propam Polda Sumatera Selatan buta dan tuli. pasalnya beberapa kasus di Empat Lawang tentang diduga keras betapa bobroknya citra kepolisian tidak ada tindak lanjut dari Propam Polda, sehingga timbul pertanyaan publik ada apa ?
Sementara langkah hukum yang ditempuh oleh Kantor Hukum Riski Aprendi, SH, Patners bersama Saipudin Zahri, SH., MH., M Daud Dahlan, SH., MH., M Maulana Kusuma ,W, SH., MH., atas kuasa Jimi Suganda, warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan luncur tuk melapor ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan.
Diketahui yang mana sebelumnya memicu reaksi beragam dari kalangan awak media aktivia serta masyarakat di Kabupaten Empat Lawang.
Meski empat pengacara dan enam saksi saat ini dikabarkan telah berada di Palembang untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan salah tangkap, nada pesimisme justru mencuat kuat di lapangan.
Sejumlah awak media lokal meragukan laporan tersebut akan membuahkan sanksi tegas bagi oknum polisi di jajaran Polres Empat Lawang.
Sikap skeptis ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasar pada rentetan kasus serupa yang hilang begitu saja tanpa kejelasan sanksi tegas.
Ketidakpercayaan publik, khususnya dari kalangan pemantau hukum dan media, berakar dari beberapa insiden menonjol dalam beberapa bulan terakhir yang juga ditangani oleh Propam Polda Sumsel yang tidak ada kejelasan.
Seperti beberapa kasus berikut ini ;
1. Kasus penembakan kedua kaki terduga pelaku kejahatan (Bintang bin Cik Umin) warga Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam yang sudah dalam kondisi tangan terborgol.
Tindakan ini dinilai melanggar prosedur standar (SOP), namun hingga kini belum ada rilis resmi mengenai sanksi etik maupun pidana bagi pelakunya.
2. Kasus penggerebekan judi sabung ayam di Desa Karang Are, Kecamatan Talang Padang yang diduga berakhir dengan pembebasan oknum pemain. hal ini memicu tanda tanya besar mengenai integritas penegakan hukum.
3. Laporan mengenai dugaan (pung-li) dalam penanganan aksi balap liar di Desa Ulak Dabuk, Kecamatan Talang Padang yang juga sempat bergulir ke meja Propam, namun hasilnya tetap gelap.
”Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya. bahkan sudah berulang kali oknum di Polres Empat Lawang diperiksa Polda, tapi hasilnya selalu tidak jelas, apakah ada indikasi bermain mata atau 86 ?
Kita belum tahu.
Oknum Polisi seolah tetap aman dan lolos dari jeratan etik maupun pidana,” ujar salah seorang jurnalis senior di Empat Lawang yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini menjadi sorotan. karena menyangkut dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang mencederai hak asasi warga sipil bernama Jimi Suganda pada Minggu (08/03) yang dituduh merampas motor dua hari sebelum ditangkap.
Publik kini menunggu, apakah laporan Jimi Suganda akan menjadi titik balik dan terang bagi transparansi di internal POLRI, atau justru menambah daftar panjang kasus yang berakhir dengan penyelesaian internal tanpa keadilan bagi korban.
Bagi awak media di Empat Lawang, tanpa adanya pengumuman sanksi yang transparan dan nyata, sulit untuk menghapus stigma bahwa laporan ke Propam hanyalah formalitas administratif belaka.
yang artinya oknum Propam Polda terkesan buta tuli, ” punya mata tapi tidak melihat, punya kuping tapi tidak mendengar”.
Apakah laporan kali ini akan ada titik terang tindak lanjut sesuai prosedur hukum atau hanyalah akan membuang energi belaka.
Selanjutnya kita kan coba bertanya kepada rumput yang bergoyang.
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa ??
(@TIM).
Empat Lawang
Unit Pidum Satreskrim dilaporkan ke Propam Mabes POLRI
6,799 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Dugaan kasus salah tangkap yang melibatkan aparat kepolisian kembali mencuat di Kabupaten Empat Lawang.
Seorang warga bernama Jimi Suganda melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan oknum anggota Unit Pidana Umum (PIDUM) Satreskrim Polres Empat Lawang ke Divisi Propam MABES POLRI.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik berupa salah penangkapan serta dugaan tindakan kekerasan saat proses penangkapan berlangsung. pengaduan itu disampaikan melalui layanan pengaduan online Propam Polri (09/03/2026).
Kuasa hukum korban, Riski Aprendi SH, mengatakan laporan telah teregistrasi dengan nomor pengaduan 260309000064.
Saat ini pihaknya menunggu tindak lanjut dari Divisi Propam Polri untuk memproses laporan tersebut.
Menurutnya, tim kuasa hukum berharap laporan itu dapat ditangani secara profesional, objektif, dan transparan.
Mereka juga meminta agar oknum aparat yang diduga melanggar prosedur hukum dapat diperiksa sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini bermula saat Jimi Suganda diduga terlibat dalam perkara perampokan yang sedang ditangani oleh Unit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang. Namun pihak kuasa hukum menilai klien mereka menjadi korban salah tangkap.
Riski menjelaskan bahwa kliennya memiliki alibi kuat saat peristiwa perampokan terjadi. Jimi disebut sedang bekerja di proyek konstruksi bersama Kepala Desa Muara Danau, Agung, yang menjadi saksi kunci dalam perkara tersebut.
Meski memiliki alibi, tim opsnal Satreskrim Polres Empat Lawang tetap menjemput Jimi dari kediamannya pada Minggu sore. Kuasa hukum menilai proses penangkapan tersebut janggal karena keluarga korban mengaku tidak pernah diperlihatkan surat penangkapan.
Pihak kuasa hukum berharap Divisi Propam Polri dapat mengusut laporan tersebut secara objektif dan menyeluruh. Mereka juga meminta agar kejadian ini menjadi evaluasi bagi aparat kepolisian agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Kanit Pidum Polres Empat Lawang Ipda Yulius saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan keterangan keluarga korban yang masih di bawah umur serta dua orang saksi yang telah memberikan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan langkah hukum yang ditempuh oleh pihak kuasa hukum. “Silakan saja, itu hak mereka.
Saat penangkapan situasi di lapangan cukup dramatis sehingga sempat terjadi kegaduhan dan anggota kami harus menghalau warga yang hendak main hakim sendiri,” Tukasnya. (@TIM).
-
Bengkulu5 tahun agoLSM PKN Laporkan Perbuatan Melawan Hukum, Dugaan Korupsi DD Dusun Sawah Ke Kejari
-
Empat Lawang4 tahun agoPjs. Kepala Desa Aur Gading diduga Tabrak Permendagri no 67 Tahun 2017
-
Empat Lawang4 bulan agoUPTD Puskesmas Tebing Tinggi Selengggarakan Kegiatan Pemicuan dan Pendampingan Pilar 1 STBM
-
Empat Lawang5 tahun agoDi duga Dana Rehab SMP Negeri 1 Pobar Jadi Ajang Korupsi, APH di Minta Bertindak
-
Empat Lawang5 tahun agoInspektorat Akan Turun Lapangan, Uji Petik Dugaan Pemotongan BLT DD Suka Dana
-
Empat Lawang2 bulan agoBupati Joncik Pembina Upacara Peringatan HAB ke – 80 Kemenag RI
-
Empat Lawang7 bulan agoAtlet IPSI Empat Lawang Raih 5 Besar pada Pencak Silat Road TO PON Sum-Sel
-
Advertorial5 tahun agoDEWAN PENDIDIKAN Empat Lawang Kunjungi SMPN 1 Ulu Musi, ini Penyebabnya
