Empat Lawang
Audience L-KPK Teritorial Sumatera Selatan di Dinas PUPR Berjalan Lancar
4,962 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com-Program pemerintah daerah dibidang pembangunan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat patut di apresiasi, namun sangat disayangkan di Kabupaten Empat Lawang ada pembangunan yang belum pro rakyat/gagal.
Pasalnya, salah satunya pembangunan SPAM (Saluran Persediaan Air Minum) di desa Tanjung Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. sangat disayangkan pembangunan tersebut di duga kuat gagal. Karena sedari tahun 2019, 2020 dan hingga sampai saat ini masyarakat tidak mendapatkan air bersih dari hasil bangunan ini.
Sementara itu, kepala desa Tanjung Baru sudah menyampaikan permasalahan ini ke dinas terkait namun terkesan tak diindahkan.
“Kami dari Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Teritorial Provinsi Sumatera Selatan bersama masyarakat hari ini menyampaikan aspirasi ini kepada pihak Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas PUPR, Dinas PERKIM, dan pihak aparat penegak hukum Polres Empat Lawang Daerah Sumatera Selatan.
Berharap kepada pihak pemerintah Kabupaten Empat Lawang agar segera mewujudkan aspirasi masyarakat desa Tanjung Baru untuk mendapatkan air PAM,” tegas Dirwaster (LKPK) teritorial Sumatera Selatan Ali Mu’ap.
Sambungnya, kegiatan selanjutnya hasil temuan tim investigasi (LKPK) Sumatera selatan menemukan pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di desa Tanjung Raman.
Ironisnya, belum genap satu tahun pembangunan yang dianggarkan melalui APBD ini sudah rusak parah, diduga tidak berkualitas, kurang volume, mark Uf harga satuan dan terkesan tidak sesuai dengan perencanaan awal, ” bebernya
Imbuhnya lagi, “Kami mendesak Bupati Empat Lawang agar segera mencopot pejabat dinas terkait yang terlibat pembangunan (SPAM) desa tanjung baru dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Tanjung Raman Kecamatan Pendopo, karena kuat dugaan telah terjadi indikaai korupsi.
Sementara itu, Plt. Dinas Perkim menanggapi aspirasi masyarakat desa tanjung baru yang baru dilantik awal bulan Januari 2021 ini. dirinya berjanji akan segera turun ke lokasi pembangunan (SPAM), serta akan menyelidiki langsung kelapangan agar segera bisa mewujudkan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan air bersih.
Terpisah, Kepala dinas PUPR menanggapi “Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di desa tanjung raman. sekarang kegiatan ini sedang di audit oleh BPK. kami akan segera turun ke lapangan,” singkatnya.
Kegiatan mediasi antara (LKPK) dengan pihak dinas PUPR, Dinas Perkim, ini berlangsung dengan di ruang rapat Dinas PUPR Empat Lawang. yang dihadiri oleh Kasat Intelkam beserta anggota Polres Empat Lawang, anggota TNI, Pol-PP, dan masyarakat. (Red)
Empat Lawang
POLRES Panggil Oknum Guru di Duga Hina Profesi Wartawan
2,537 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilaporkan oleh seorang jurnalis TVRI berinisial DA kini memasuki tahap penyelidikan.
Pihak kepolisian Polres Empat Lawang telah melakukan pemanggilan awal terhadap terlapor, seorang oknum guru di salah satu SMPN Tebing Tinghi berinisial “AK” Kamis, 16 April sekitar jam 10. pagi.
Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan awal dalam tahap penyelidikan (lidik).
Dalam proses ini, penyidik mendengarkan langsung keterangan dari pihak terlapor guna melengkapi berkas perkara yang sebelumnya telah disertai laporan dan keterangan saksi.
Kasat Reskrim Polres Empat Lawang melalui Kanit Pidum, Ipda. Yulius, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor.
“Sejauh ini, kami telah memanggil yang bersangkutan dan mendengarkan keterangannya. untuk selanjutnya, proses masih terus berlanjut ke tahap penyelidikan, ”ungkapnya.
Kasus ini bermula dari laporan DA yang merasa profesinya sebagai wartawan dihina, disertai dugaan adanya unsur fitnah. hngga saat ini, Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Empat Lawang masih terus mendalami perkara tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan dan keterangan lanjutan.
Pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Sementara itu, perkembangan kasus dugaan penghinaan profesi wartawan ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan insan pers di Kabupaten Empat Lawang. (@**).
BANNER
PJ. Pemerintah Desa Muara Lintang Lama Kec. Pobar Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kabupaten Empat Lawang ke-19, 20 April 2007 ~ 20 April 2026
3,130 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang Mengucapkan ; Selamat DIRGAHAYU KABUPATEN EMPAT LAWANG ke -19, 20 April 2007 – 20 April 2026.
” DENGAN SEMANGAT HARI JADI KE-19 KABUPATEN EMPAT LAWANG MARI KITA BERSINERGI MEWUJUDKAN EMPAT LAWANG MADANI JILID II MELALUI PEMERINTAHAN PROFESIONAL, EKONOMI MANDIRI, DAN PELAYANAN BERKUALITAS “
Tertanda : SAFRIN, S.Pd Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang.(@Red).
Empat Lawang
Di Balik Tangis Bayi, Dugaan Skenario Penemuan yang Mengusik Nurani Publik
2,677 X dibaca hari ini
EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Sumatera Selatan — Tangisan bayi yang sempat menggugah rasa iba masyarakat kini berubah menjadi tanda tanya besar. Kasus penemuan bayi di semak-semak Jalan Tembusan 3B yang sebelumnya menyentuh sisi kemanusiaan, kini justru dibayangi dugaan manipulasi alur kejadian.
Sorotan tajam datang dari media sosial. Unggahan akun Facebook bernama Sutri Yanti memicu gelombang reaksi publik, setelah menyebut bahwa peristiwa tersebut diduga bukan sekadar penemuan biasa.
“Kasus viral penemuan bayi Tebing Tinggi Empat Lawang Sumsel. Ternyata maling teriak maling. Yang menemukan bayi di semak belukar adalah orang tua kandungnya sendiri,” tulisnya.
Pernyataan tersebut sontak menggiring opini publik ke arah yang lebih dalam—bahwa ada kemungkinan peristiwa yang semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan, justru merupakan sebuah skenario yang disusun untuk menutupi aib.
Lebih jauh, dalam unggahan itu disebutkan bahwa narasi penemuan bayi diduga sengaja dibentuk agar terlihat alami dan mengundang simpati.
“Berharap berdalih menutup aib. Dibuatlah skenario sebagus mungkin bahwa dia dapat anak. Dan akhirnya skenario palsunya terbongkar,” lanjutnya.
Jika dugaan ini benar, maka peristiwa ini bukan hanya soal penelantaran anak, tetapi juga bentuk manipulasi terhadap empati publik. Rasa iba masyarakat yang tulus bisa saja dimanfaatkan sebagai tameng untuk menutupi fakta yang sebenarnya.
Fenomena ini menjadi cermin buram kondisi sosial, di mana rasa malu dan tekanan sosial diduga lebih diutamakan daripada tanggung jawab terhadap nyawa seorang anak yang tak berdosa.
Lebih ironis lagi, jika benar skenario tersebut melibatkan orang tua kandung, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan yang paling mendasar.
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat kini dihadapkan pada dua kemungkinan: antara fakta yang sesungguhnya atau sekadar opini yang berkembang liar di media sosial.
Namun satu hal yang pasti, kasus ini telah membuka ruang diskusi yang lebih luas—tentang moralitas, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah peristiwa bisa dikemas sedemikian rupa untuk memengaruhi persepsi publik.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa ini.
Masyarakat pun berharap, fakta yang sesungguhnya segera terungkap. Sebab di balik semua ini, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan—seorang bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang, justru menjadi korban dari situasi yang belum sepenuhnya jelas.(@Rls).
-
Bengkulu5 tahun agoLSM PKN Laporkan Perbuatan Melawan Hukum, Dugaan Korupsi DD Dusun Sawah Ke Kejari
-
Empat Lawang5 tahun agoPjs. Kepala Desa Aur Gading diduga Tabrak Permendagri no 67 Tahun 2017
-
Empat Lawang5 bulan agoUPTD Puskesmas Tebing Tinggi Selengggarakan Kegiatan Pemicuan dan Pendampingan Pilar 1 STBM
-
Empat Lawang5 tahun agoDi duga Dana Rehab SMP Negeri 1 Pobar Jadi Ajang Korupsi, APH di Minta Bertindak
-
Empat Lawang5 tahun agoInspektorat Akan Turun Lapangan, Uji Petik Dugaan Pemotongan BLT DD Suka Dana
-
Empat Lawang4 bulan agoBupati Joncik Pembina Upacara Peringatan HAB ke – 80 Kemenag RI
-
Empat Lawang8 bulan agoAtlet IPSI Empat Lawang Raih 5 Besar pada Pencak Silat Road TO PON Sum-Sel
-
Advertorial5 tahun agoDEWAN PENDIDIKAN Empat Lawang Kunjungi SMPN 1 Ulu Musi, ini Penyebabnya
