Connect with us

Empat Lawang

Pemuda Pancasila Kabupaten Empat Lawang Resmi di Lantik

Published

on

 2,278 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG // Sum-Sel, Netralitasnews.com – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Empat Lawang Resmi di lantik, Rabu (11/10/2023). 11:00 Wib. siang. 

Bertempat di aula pendopoan Rumah dinas Bupati Kabupaten Empat Lawang. pelantikan ini di hadiri oleh pj Bupati Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin, Ap. MM, Pj. Sekda Empat Lawang Heppi Sapriani, Forkopimda, OPD, ketua DPRD Empat Lawang Persi, SE, dandim 04/05 Lahat, Ketua pengadilan, negeri Lahat, Polres Empat Lawang Kasat Reskrim, Kasat Intel, Shabara, kasi intel kejari Empat Lawang,  Kepala Kantor, badan, 5 camat di Kabupaten Empat Lawang, MPC Kabupaten Lahat, MPC Kabupaten Musi Rawas, Pimpinan Perusahaan PT ELAB, beserta tamu undangan lainnya.

Ketua majelis pimpinan wilayah sumatera selatan H. Fauzi Amroh, M.Si, Beserta rombongan, ketua carateker wilayah III p2Ac, Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam.

Adapun majelis pimpinan cabang Pemuda Pancasila yang dilantik dari unsur KSB serta ketua bidang yakni ;

1). Ketua MPC Kabupaten Empat Lawang : Hidayat Muhammad
2). Wakil ketua 1 : Voni Sumatri
3). Wakil Ketua II Yulizar Ateng
Wakil ketua III Likwan Yu
4). Sekretaris MPC Wira Wicaksana, SH
5). Bendahara MPC Alexander

Ketua-Ketua Bidang

1). Bidang Organisasi dan Keanggotaan : Aprianto, ST  
2). Bidang Kaderisasi : Feri Indra Leki 
3). Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan Nasional : Yefri Susanto, Lutpan Budi Purnomo 
4). Bidang Hukum, HAM dan Hubungan Lembaga Negara : Cenci Riestan  
5). Bidang Dana, Sarana dan Prasarana : Sultan Iskandar 
6). Bidang Ekonomi, UMKM, dan Tenaga Kerja : Handoko,Fahrijon 
7). Bidang Sumber Daya Mineral dan Pertambangan : Hendrawansyah 
8). Bidang Pendidikan, Sumber Daya Manusia, Pariwisata & Seni Budaya : Feri Norblong
9). Bidang Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana : Frengky 
10). Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan : Sumardi 
11). Bidang Komunikasi, Informasi dan Media Massa : Kurniawan
12).  Bidang Keagamaan dan Kerohanian : Tarmizi, S.KM
13). Bidang Pemberdayaan Perempuan : Joko Saputra, Sadam Husien 
14). Bidang Kepemudaan dan Olahraga Fran Ardiansyah
15). Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (P2AC-1) Tebing Tinggi – Saling : Syamsul Rizal
16). Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (P2AC-2) Muara Pinang – Lintang Kanan : Sandri, SE
17). Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (P2AC-3) Pendopo – Pendopo Barat : Pisra Irawan 
18). Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (P2AC-4) Sikap Dalam – Talang Padang : Adi Harmoko
19). Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (P2AC-5) Ulu Musi – Pasma Air Keruh : Nasrul Afian

Pelantikan berlangsung pukul 12:00 Wib. oleh H. Fauzi Amro, M.Si ketua Wilayah pemuda pancasila propinsi sumatera selatan yang didampingi M Reza Farisyi Kepala bilang kader dan organisasi.

Setelah dilantik Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Empat Lawang Hidayat Muhammad Siap mengibarkan bendera fanji Pemuda Pancasila Kabupaten Empat Lawang menuju Empat Lawang Madani. dirinya juga menjelaskan bahwa akan membawa organisasi pemuda pancasila yang humanis serta peduli akan sesama.

“ Kita akan mengupayakan menciptakan kader pemuda Pancasila yang humanis serta  keperdulian antar sesama, dan saya berharap agar pemuda Pancasila kabupaten Empat Lawang tetap solid kompak selalu dan mempunyai solidaritas yang tinggi, ” Tutup Hidayat Muhamad yang juga sering di pangil dengan julukan sebagai Bos Kecil.

Ketua Pemuda pancasila Propinsi Sumatera selatan berpesan agar kiranya ketua MPC pemuda pancasila Kabupaten Empat Lawang dapat mengemban amanah dengan baik serta dapat membentuk semua kepengurusan mulai dari MPC, MPAC, dan pimpinan anak ranting. kedepannya Pemuda pancasila kabupaten empat lawang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah kabupaten empat lawang dalam hal apapun.

Sementara itu Pj. Bupati Empat Lawang mendukung penuh pemuda pancasila Kabupaten Empat Lawang, mari sama-sama membangun Kabupaten Empat Lawang menjadi lebih baik lagi. dirinya berharap agar dapat saling mengingatkan satu sama lainnya,  kritik untuk membangun, ” ungkap Fauzan.

Selamat datang bapak H  Fauzi Amro ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Selatan beserta Rombongan, di kabupaten Empat Lawang, Pancasila Abadi, Sekali layar terkembang surut kita berpantang, Garuda di dada ku merah putih mengalir didaraku NKRI harga mati, ” tegas Fauzan.

Saya bertugas sebagai PJ Bupati baru 22 hari kerja, mohon maaf kalau belum bisa bekerja secara maksimal. itu karena belum ada penunjang, untuk itu kami menaruh harapan kepada bapak Fauzi Amro selaku anggota DPRI RI bawalah anggaran ke empat lawang kedepan, mari kita jadikan moment ini untuk mempererat keakraban, menciptakan harmonisasi antara Pemuda pancasila, tetap menumbuhkan solidaritas kerja, kita bukan pewaris tapi perintis, semoga kedepan kita empat lawang semakin Madani juga lebih baik lagi, ” jelasnya.

Anggaran empat lawang hanya, 1,4 T. sementara anggaran pendapatan tidak mencapai 70 Milliar, jika tidak disuplay ilamat empat Lawang akan tenggelam, ” Ungkapnya 

Dirinya berharap kedepannya kepada bapak Fauzi Amroh sebagai Anggota DPR RI aktif dapat  membangunan listrik sehingga listrik di Empat Lawang tidak sering mati lagi. ” tutupnya

Pelantikan pemuda pancasila Kabupaten Empat Lawang berjalan dengan khikmad tanpa adanya hambatan dan di tutup dengan do’a. (@Tim-Red).

Advertisement

BANNER

PJ. Pemerintah Desa Muara Lintang Lama Kec. Pobar Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kabupaten Empat Lawang ke-19, 20 April 2007 ~ 20 April 2026

Published

on

 2,249 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang Mengucapkan ; Selamat DIRGAHAYU KABUPATEN EMPAT LAWANG ke -19, 20 April 2007 – 20 April 2026.

” DENGAN SEMANGAT HARI JADI KE-19 KABUPATEN EMPAT LAWANG MARI KITA BERSINERGI MEWUJUDKAN EMPAT LAWANG MADANI JILID II MELALUI PEMERINTAHAN PROFESIONAL, EKONOMI MANDIRI, DAN PELAYANAN BERKUALITAS “

Tertanda : SAFRIN, S.Pd Pj. Kepala Desa Muara Lintang Lama, Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang.(@Red).

Continue Reading

Empat Lawang

Di Balik Tangis Bayi, Dugaan Skenario Penemuan yang Mengusik Nurani Publik

Published

on

 1,872 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com –  Sumatera Selatan — Tangisan bayi yang sempat menggugah rasa iba masyarakat kini berubah menjadi tanda tanya besar. Kasus penemuan bayi di semak-semak Jalan Tembusan 3B yang sebelumnya menyentuh sisi kemanusiaan, kini justru dibayangi dugaan manipulasi alur kejadian.

Sorotan tajam datang dari media sosial. Unggahan akun Facebook bernama Sutri Yanti memicu gelombang reaksi publik, setelah menyebut bahwa peristiwa tersebut diduga bukan sekadar penemuan biasa.

“Kasus viral penemuan bayi Tebing Tinggi Empat Lawang Sumsel. Ternyata maling teriak maling. Yang menemukan bayi di semak belukar adalah orang tua kandungnya sendiri,” tulisnya.

Pernyataan tersebut sontak menggiring opini publik ke arah yang lebih dalam—bahwa ada kemungkinan peristiwa yang semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan, justru merupakan sebuah skenario yang disusun untuk menutupi aib.

Lebih jauh, dalam unggahan itu disebutkan bahwa narasi penemuan bayi diduga sengaja dibentuk agar terlihat alami dan mengundang simpati.

“Berharap berdalih menutup aib. Dibuatlah skenario sebagus mungkin bahwa dia dapat anak. Dan akhirnya skenario palsunya terbongkar,” lanjutnya.

Jika dugaan ini benar, maka peristiwa ini bukan hanya soal penelantaran anak, tetapi juga bentuk manipulasi terhadap empati publik. Rasa iba masyarakat yang tulus bisa saja dimanfaatkan sebagai tameng untuk menutupi fakta yang sebenarnya.

Fenomena ini menjadi cermin buram kondisi sosial, di mana rasa malu dan tekanan sosial diduga lebih diutamakan daripada tanggung jawab terhadap nyawa seorang anak yang tak berdosa.

Lebih ironis lagi, jika benar skenario tersebut melibatkan orang tua kandung, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan yang paling mendasar.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat kini dihadapkan pada dua kemungkinan: antara fakta yang sesungguhnya atau sekadar opini yang berkembang liar di media sosial.

Namun satu hal yang pasti, kasus ini telah membuka ruang diskusi yang lebih luas—tentang moralitas, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah peristiwa bisa dikemas sedemikian rupa untuk memengaruhi persepsi publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa ini.

Masyarakat pun berharap, fakta yang sesungguhnya segera terungkap. Sebab di balik semua ini, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan—seorang bayi yang seharusnya mendapatkan kasih sayang, justru menjadi korban dari situasi yang belum sepenuhnya jelas.(@Rls). 

Continue Reading

Empat Lawang

Gabungan Wartawan Akan Laporkan Oknum Guru yang Diduga Hina Profesi Jurnalis

Published

on

 2,765 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Gabungan wartawan dari media online, cetak, dan televisi yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Diskominfo Kabupaten Empat Lawang berencana melaporkan seorang oknum guru SMP Negeri 5 Tebing Tinggi berinisial CA. Oknum tersebut diduga telah menghina profesi wartawan melalui komentar di media sosial Facebook.

Peristiwa ini bermula saat salah satu media online memuat pemberitaan terkait dugaan penimbunan gas elpiji di sebuah rumah mewah di Kecamatan Tebing Tinggi. Namun, alih-alih memberikan kritik yang konstruktif, CA justru melontarkan komentar yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.

Dalam komentarnya, CA menyebut bahwa berita tersebut merupakan “pembodohan publik” serta menilai tulisan jurnalis tidak memenuhi unsur dasar jurnalistik 5W+1H.

Ia bahkan secara terbuka menyarankan agar wartawan “belajar lagi cara menulis”, yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk arogansi yang tidak pada tempatnya.

“Berita ini tidak ada unsur 5W + 1H. Mestinya sebelum membuat berita, wartawan tersebut harus belajar dulu,” tulis CA pada Jumat (10/4).

Tak hanya itu, CA juga secara personal menyasar salah satu jurnalis televisi, Diah Anggraini dari TVRI. Dalam unggahannya, ia menuding produk jurnalistik yang dihasilkan cenderung menjatuhkan pihak tertentu.

“Ya betul, belajar menulis dengan tata bahasa yang benar. Termasuk Anda, Bu Diah, pencari berita yang sukanya menjatuhkan orang. Nanti saya kritik, tidak terima. Mengkritik orang semena-mena, giliran dikritik tidak terima. Tidak adil namanya,” tulisnya.

Diri nya secara Prontal menyuruh wartwan mencari ide yang lebih kreatif lagi dalam menguak suatu berita seperti menyuruh wartawan mencari berita ke akhirat.

” Bukan nya anda yang hobi nya nimbrung, setiap berita viral di tangkap, coba cari ide sendiri ,cari ke akhirat misal nya,” ungkap Seorang guru Bahasa Indonesia pendidik Generasi Bangsa di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Empat Lawang, Rodi Hartono, menyayangkan sikap oknum guru yang dinilai terlalu frontal dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus tenaga pendidik, seharusnya yang bersangkutan dapat memberikan contoh yang baik dalam berkomunikasi, bukan justru menggeneralisasi dan menghakimi profesi wartawan.

“Tidak semua wartawan seperti itu. Masih banyak wartawan yang bekerja secara profesional, bahkan telah mengantongi sertifikasi dari Dewan Pers mulai dari jenjang muda hingga madya. Jika ada kesalahan oleh oknum, jangan digeneralisasi seolah mewakili seluruh profesi,” tegas Rodi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat dampaknya yang luas terhadap persepsi publik.

“Bijaklah dalam memberikan komentar di media sosial. Apa yang disampaikan di ruang publik dapat memengaruhi pemahaman masyarakat secara luas,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, organisasi wartawan yang tergabung dalam Forkom Diskominfo Empat Lawang berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang untuk menyampaikan sejumlah sikap resmi, antara lain:
• Setiap profesi, baik tenaga pendidik maupun insan pers, memiliki peran strategis dalam pembangunan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keterbukaan informasi publik.

• Tenaga pendidik sebagai figur teladan diharapkan senantiasa menjaga etika komunikasi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.
• Perbedaan pandangan atau miskomunikasi hendaknya disikapi secara bijak tanpa saling menyudutkan.
• Penting bagi semua pihak untuk mengedepankan etika, saling menghormati, serta melakukan klarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman.
• Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers.
• Pihak terkait didorong untuk memberikan penjelasan secara proporsional guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.

Gabungan wartawan juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga kondusivitas, serta terus membangun hubungan yang harmonis dan konstruktif ke depan. (**).

Continue Reading

 2,279 X dibaca hari ini,  5 X dibaca hari ini

Populer

error: Content is protected !!