Connect with us

Empat Lawang

Terkait Berita Meninggalnya Ahmad Alkat yang Tidak Wajar, Praktisi Hukum BPS and Partners Angkat Bicara

Published

on

 1,441 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com -Terkait Berita Meninggalnya Ahmad Alkat yang tidak wajar, Praktisi Hukum BPS and Patners Angkat Bicara. Praktisi Hukum BPS and partners menegaskan, ” saya selaku praktisi hukum dari kantor hukum BPS And Partners menghimbau, mohon dimonitor oleh bapak Kapolda Sumatera Selatan, bapak Kapolri kepada pihak polres Empat Lawang agar dapat memberikan keterangan atas meninggalnya Ahmad Alkad bin Hakim yang mana meninggalnya pasien tersebut terkesan tidak wajar dan merupakan tanggung jawab dari pihak Kepolisian untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan atas sebab akibat dari meninggalnya pasien yang telah Almarhum tersebut. hal ini guna untuk memberikan kepastian hukum terhadap pihak keluarga bapak Hakim Saptu, (05/03/2022).

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan kepada pihak awak media serta pihak keluarga bapak Hakim. saya selaku praktisi hukum mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang menyatakan pihak Polres Empat Lawang belum memberikan keterangan secara jelas terkait meninggalnya pasien tersebut yang dalam perkara membawa senjata tajam, ” jelasnya

Dalam hal ini saya sebagai praktisi hukum meminta tegas kepada bapak Kapolda dan bapak Kapolri untuk memonitoring perkara ini, sehingga kecurigaan atau dugaan atas peristiwa kematian ini tidak menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat yang berdampak negatif terhadap pihak kepolisian yang menangani perkara tersebut. diharapkan agar tidak ada yang ditutup-tutupi terkait permasalahan ini, sehingga public mendengar serta mengetahui sebab akibat dari kematian korban yang saat ini masih penuh dengan misteri, ” pintanya

Apabila kematian ini diakibatkan oleh oknum aparat penegak hukum, maka sesuai dengan aturan berlaku oknum tersebut dapat dipidana. di dalam sistem Negara berlandas kan hukum yang dianut oleh Indonesia sebagaimana bunyi Pasal 1 ayat (3) UUD Negara RI Tahun 1945, maka segala sesuatu tindakan baik warga negara maupun seluruh komponen pelaksana dan penyelenggara negara, harus berlandaskan atas hukum, ” ucapnya

Eksekusi mati atau menghilangkan hak hidup orang lain/warga negara, dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia, hanya bisa dilakukan secara limitatif yaitu dalam rangka melaksanakan sistem dan jenis pemidanaan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (“KUHP”). pemidanaan sebagaimana dimaksud, baru bisa dilaksanakan setelah melalui seluruh rangkaian proses peradilan pidana hingga mendapati putusan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan seseorang yang didakwa tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan kemudian divonis atau dijatuhi hukuman/pidana mati. artinya, tindakan menghilangkan nyawa orang lain tanpa dilakukan secara limitatif oleh pihak yang berwenang sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang dan tanpa ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum, ” bebernya

Jadi jika kematian itu dilakukan atas dasar pihak pelaku melawan, maka perlawanannya bagaimana ? dan buktinya seperti apa ? “Dirinya bertanya.

Jadi saya selaku praktisi hukum keras dan tegas perkara ini harus diusut tuntas, apabila tidak maka yang terjadi adalah timbulnya opini masyarakat terhadap peran APH dalam penegakan hukum yang tidak sesuai dengan aturan. serta tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik sosial ditengah masyarakat. sekali lagi saya berharap permasalahan ini harus betul-betul di perhatikan oleh bapak Kapolda Sum-sel dan bapak Kapolri, agar terciptanya suasana yang Harmonis dan humanis antara masyarakat dan APH di negeri merah putih ini. ” Akhir Bayu Purnomo Saputra, SH. (Red)

Empat Lawang

Kapolres Empat Lawang Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Musi 2022

Published

on

 25 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG I SUMATER SELATAN, Netralitasnews.com – Meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Polres Empat Lawang melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Zebra Musi 2022, Senin (03/10/2022).

Operasi Kewilayahan bersandi Ops Zebra Musi 2022 dengan tema “Tertib berlalu lintas guna mewujudkan kamseltibcar lantas yang presisi” tersebut akan di gelar selama 14 hari terhitung sejak tanggal 03 – 16 Oktober 2022.

Apel Gelar Pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, M.M dan dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Empat Lawang serta diikuti oleh pasukan gabungan TNI Polri, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan.

Demi kelancaran kegiatan ini, Polres Empat Lawang juga melaksanakan Pelatihan Pra Operasi Zebra Musi 2022 yang dilaksanakan di Aula Vicon Polres Empat Lawang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabagops Polres Empat Lawang Kompol Wira Satria Yudha, S.I.K didampingi oleh Kasat Lantas Desi Azhari, S.H.,M.Si. dan diikuti oleh seluruh Personil Polres Empat Lawang yang terlibat dalam sprint Operasi Zebra Musi 2022.

Maksud dan tujuan dilaksanakan Lat Pra Operasi Zebra Musi 2022 ini yakni guna menyamakan pola pikir dan pola tindak bagi personil Polri yang bertugas dalam giat Operasi Zebra Musi 2022, serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam operasi sehingga dapat memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sehingga pelaksanaanya bisa berjalan secara optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan.

Setelah apel gelar pasukan selesai dilaksanakan, Kapolres AKBP Helda Prayitno, M.M melanjutkan pemeriksaan Ranmor dinas Sat Lantas dan peralatan lainnya penunjang Operasi Zebra Musi 2022 agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. (Release/Humas POLRES EMPAT LAWANG).

Continue Reading

Empat Lawang

Polres Empat Lawang Ringkus Pelaku Pencurian Handphone, Juga Terlibat Narkotika

Published

on

 256 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG I SUMATERA SELATAN, Netralitasnews.com – OS (18) warga Desa Tanjung Tawang Kecamatan Muara Pinang berhasil diringkus anggota Polres Empat Lawang.

Pemuda ini diduga mencuri sebuah Handphone milik korban Febi Febriansyah, warga Desa Lampar Baru Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang. Kemarin (28/09/2022).

Kapolres Empat Lawang AKP Helda Prayitno, M.M melalui Kasi Humas Polres Empat Lawang AKP Hidayat membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Kronologisnya, pada hari sabtu (26/02/2022) sekitar pukul 12.00 WIB bertempat dijalan umum Desa Tanjung Tawang Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang.

Kejadian berawal saat korban bersama temannya yang sedang mengendarai mobil untuk mengantarkan paket dan berhenti di jalan umum Desa Tanjung Tawang untuk menghubungi pelanggannya, kemudian datang pelaku menghampiri korban dan menanyai korban dan temannya.

Berkedok meminta rokok kepada korban, dan saat korban memalingkan pandangan dari pelaku, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan merampas 1 (satu) unit handphone merk oppo A15 yang masih berada di genggaman tangan korban.

Setelah berhasil merampas ponsel, pelaku langsung melarikan diri. Korban yang mengetahui ponselnya dicuri langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang.

Pada Rabu (28/09/2022) sekitar pukul 10.00 WIB anggota satreskrim Polres Empat
Lawang mendapatkan informasi mengenai bahwa tersangka OS telah diamankan di Jalan Lintas Kota Pagaralam terkait membawa narkotika dan membawa senjata tajam.

Atas informasi tersebut Kasat Reskrim AKP M. Tohirin langsung memberikan perintah kepada Kanit Pidum IPDA Ulta Deanto dan anggotanya untuk melakukan pengkapan terhadap pelaku di Polres Pagaralam.

Saat ini pelaku beserta barang bukti dibawa dan diamankan di Polres Empat Lawang guna pengusutan lebih lanjut. (Rls/Humas POLRES EMPAT LAWANG).

Continue Reading

Empat Lawang

Permendikbud melalui Disdikbud Empat Lawang Terapkan Kurikulum Merdeka

Published

on

 385 X dibaca hari ini

EMPAT LAWANG I SUMATERA SELATAN, Netralitasnews.com – Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Empat Lawang Drs. Jhoen Heri jepada media ini menyebutkan, bahwa kurikulum merdeka di Empat Lawang ini telah berjalan sejak tahun lalu.

” Iyaa Kurikulum merdeka di Empat Lawang ini telah berjalan sejak tahun lalu, ” Ucap Drs. Jhoen Heri.

Pada Satuan Pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi Daerah, dan peserta didik, ” imbuhnya.

Terkait seminar itu tidak diharuskan kepada bagi yang siap bersedia silahkan saja, jika tidak maka tidak jadi masalah, ” tambahnya.

Dirinya berharap hingga selesainya Kseminar kurikulum merdeka ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Tukasnya. (Red).

Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!