Connect with us

Lahat

Proyek 35.599.000.000 di duga Jadi Ajang Korupsi

Redaksi

Published

on

 981 x dibaca

SUMATERA SELATAN, Netralitasnews.com, PT. MITRA ECLAT GUNUNG ARTA selaku penyedia Jasa pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah di wilayah Kabupaten Lahat dan Empat Lawang. di duga jadi ajang korupsi dan di duga kuat telah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP). Rabu, (25/08/2021)

Hal ini di ketahui berdasarkan pantauan media ini di lapangan pada rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana Sekolah dasar Negeri 07 Kikim Barat Kabupaten Lahat, Sekolah dasar negeri 05 Kikim barat Kabupaten Lahat, dan SMK Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat.

Pada papan plang proyek tersebut  bertuliskan Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal cipta karya balai prasarana permukiman wilayah Sumatera Selatan. Satuan kerja pelaksanaan prasarana permukiman Provinsi Sumatera Selatan.

Papan Plang pada SD Negeri 07 Kikim Barat Kabupaten Lahat

Nama Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah Kabupaten Lahat, Empat Lawang,
Lokasi Labupaten Lahat dan Empat Lawang, nomor kontrak : HK.02.03/KJK.01.PS.01/2021, nilai Kontrak Rp : 35.599.000.000,00 waktu pelaksanaan : 180 hari kalender, tahun anggaran 2021, Konsultan supervisi : PT.CIRIAJASA ENGINEERING CONSULTANS.

Ironisnya pada ke 3 proyek sekolah dasar negeri di atas dan 1 SMK Kikim tengah ini di kerjakan tampak memiliki papan plang informasi yang sama. maksudnya jumlah pagu dananya sebesar Rp. 35.599.000.000,00 pada setiap 1 sekolah.

Akan hal ini terkesan bahwa pihak Kontraktor pelaksana ini menutupi informasi publik. yang semustinya pada setiap proyek ini di sebutkan berapa nilai kontraknya. Karena setiap sekolah memiliki anggaran yang berbeda-beda.

Papan Plang pada SD Negeri 05 Kikim Barat Kabupaten Lahat

Masyarakat Kabupaten Lahat, dan Empat Lawang bertanya-tanya dan tidak mengetahui secara pasti berapa sih nilai kontrak proyek ini. karena tak tertera pada papan plang. dengan pihak kontraktor seperti ini terkesan menutup-nutupi jumlah anggaran nilai kontrak/ sekolah. yang pada endingya di duga kuat mereka akan dapat secara leluasa untuk melanggar.

Seperti, dapat melakukan pembangunan tidak sesuai dengan perencanaan awal, melakukan mark Uf harga satuan barang, manipulasi data, pembodohan masyarakat publik, hingga dapat berindikasi KKN.

Sementara itu, Fadil pihak pelaksana lapangan saat di konfirmasi mengatakan, ” iya papan plang kontrak ini memang secara total,” singkatnya.

Di konfirmasi lagi melalui pesan WhatsApp (25/08/2021). Namun Fadil pihak pelaksana lapangan tidak menjawab. hingga akhirnya berita ini ditayangkan sementara ada hak jawab darinya dan hak jawab dari berbagai pihak yang terkait. (TIM/NNC/Sum-Sel)

Up Next

Kasus Covid-19 di Kabupaten Empat Lawang Melandai

jasa seosmm panelAPK
Don't Miss

Berbagai Infrastruktur Desa Mekar Jaya, Masa Kepemimpinan Bambang Susanto