Connect with us

Regional

Bantuan Rp 2 T Untuk Penanganan Covid-19 di Sum-sel Ternyata Bohong, Polda Sumsel Akan Tetapkan Tersangka Terkait Penipuan Hibah 

Published

on

 974 X dibaca

PALEMBANG, Netralitasnews.com – Beberapa hari belakangan ini, warga dihebohkan dengan adanya bantuan senilai Rp 2 triliun dari pengusaha almarhum Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumatera Selatan.

Secara simbolis, bantuan itu diberikan langsung oleh keluarga almarhum Akidi Tio kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri pada 26 Juli lalu.Ternyata faktanya, hingga saat ini bantuan tersebut tak kunjung mengalir. Bahkan bantuan itu ternyata hanya sekedar isapan jempol belaka. Senin, (02/08/2021)

Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio dijemput langsung Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel. Dari informasi yang didapat, Heriyanti akan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan uang hibah Rp 2 triliun.

Pada Senin siang sekitar pukul 12.59 WIB, Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas. Ia menghindari para awak media dan hanya berjalan memasuki ruang Ditkrimum Polda Sumsel.

Saat dimintai konfirmasi, Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Hisar Siallagan belum mau buka suara. “Nanti saja ya,” ujarnya.

Sementara itu Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro mengungkapkan soal saat ia meminta tanggapan Prof Hardi Darmawan, dokter keluarga yang jadi perantara saat penyerahan simbolis dana tersebut. “Ternyata Uang Rp 2 T tidak ada, menurut bapak, Heriyanti salah atau tidak,” ucapnya. ” Tidak benar pak sudah kita cek uang itu tidak ada.

Nah dengan kondisi itu dia akan jadi tersangka,” tambah Ratno. Selain Heriyanti, Prof Dr Hardi Darmawan juga hadir di gedung Ditkrimum Polda Sumsel hanya berselang sepuluh menit setelah kedatangan Heriyanti. Polisi ingin meminta keterangan mantan Dirut RS RK Charitas tersebut mengenai rencana bantuan Rp 2 triliun yang sempat digaungkan Heriyanti langsung ke Kapolda Sumsel.

”Maksudnya apakah Bapak mengecam tindakan Heriyanti atau tetap mendukung dia?” tanya Ratno.

“Bapak setuju kita penjarakan dia?” kembali Ratno bertanya. Mendengar pertanyaan itu, Hardi Darmawan hanya diam. Ia masih tampak kebingungan dengan apa yang terjadi.”Saya tidak tahu (uangnya ada atau tidak). Dia mengatakan pada saya ada (uang itu),” ujar Hardi.Kombes Pol Ratno Kuncoro kembali menimpali pertanyaan, apakah Prof Hardi Darmawan setuju, bila Heriyanti harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kebohongan yang sudah dilakukannya.

“Ya kalau tidak ada, harus minta maaf ke masyarakat Indonesia,” ujarnya.Setelah menyampaikan hal tersebut, Prof Hardi Darmawan dibawa ke ruang Dirkrimum Polda Sumsel untuk bertemu langsung dengan Heriyanti. (Rls)

Sumber : MI

Empat Lawang

Kembali Terjadi Musibah Kebakaran di Jalan Jati Pendopo, Kerugian ditaksir 3,7 M

Published

on

 360 X dibaca

EMPAT LAWANG, Netralitasnews.com – Masyarakat Kabupaten Empat Lawang kembali berduka. pasalnya telah terjadi kembali kebakaran di Jalan Jati, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. pada hari Senin, (18/04/2022) saat menjelang ibadah mahgrib dan berbuka puasa.

Sapardinajoly, S.Sos.SP kepada awak media menyampaikan, tepatnya lomasi kejadian di Jalan Jati Pendopo sekira pukul 17:17 Wib.

Adapun nama – nama korban kebakaran yakni :

Rumah yang Habis Terbakar

– Mina Limi.
– Rusmi.
– Arsyad.
– Ruslan.
– H. Rusdi Ema.
– Reviola Husna.
– H. Jumli.
– H. Malisi.

Rumah yang mengalami Rusak Berat

– H. Basyuni.

Sementara Rumah yang Rusak Ringan

– H. Amir Hamzah.

Adapun Unit pemadam kebakaran yang di kerahkan adalah :

– 1 Unit Damkar Pendopo.
– 1 Unit Damkar Ulu Musi.
– 1 Unit Damkar Tebing Tinggi.

Api dapat dijinakkan kurang lebih 2 jam lamanya,” Jelas Sapardinajoly.

Adapun kerugian sementara ditaksir lebih Kurang Rp. 3.7 Miliar rupiah, ” imbuhnya lagi.

Atas insiden ini tidak ada korban jiwa. penyebab kebakaran dugaaan sementara akibat konsleting listrik. ” pungkasnya. (Rls/Red).

Continue Reading

Empat Lawang

Diduga Program PTSL Kementerian ATR/BPN di Pungut 300 Ribu

Published

on

 887 X dibaca

EMPAT LAWANG SUMATERA SELATAN, Netralitasnews.com proses pembuatan sertipikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat.

Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

Masyarakat Prumnas Griya Sejahtera Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat lawang kepada tim media ini  menuturkan, ” beberapa tahun lalu RT. dan RW rapat di kantor Kelurahan Tanjung kupang guna membahas mengenai Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). yang mana  biaya pembuatannya Rp. 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah) / Sertipikat.

“Sebelumnya beberapa tahun lalu RT. dan RW di kelurahan tanjung kupang rapat di kantor kelurahan, adapun dalam rapat tersebut adalah guna membahas mengenai  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dipungut biaya Rp. 300.000,- (Tiga Ratus ribu rupiah) / sertipikat, di dalam 1 RT. 5 – 20 warga yang memdaftar membuat sertipikat. ” Terang masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Warga meminta kejelasan kepada siapapun pihak yang bertanggung jawab sebelumnya terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini, bagaimana ceritanya sejak tahun 2020 hingga saat ini sertipikat tersebut tidak kunjung selesai, mirisnya lagi kami juga dipungut biaya sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), ” Ungkap Warga kesal.

Kami sebagai korban juga meminta kepada pihak yang berwenang jika ada potensi unsur pidana terkait hal ini maka kami berharap Oknum dapat ditindak lanjuti bahkan dituntut secara hukum, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.” Tegas Warga yang Namanya di samarkan.

Sementara itu, Noperman Subhi Pemerintah Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Lurah Tanjung Kupang, saat di konfirmasi menjawab, ” Parman Lurahnya, saat menjadi lurah saya belum pernah menangani PTSL 🙏. ” Dalih Noperman.

Dilain sisi, Kepala ATR/BPN Empat Lawang Belum berhasil di Konfirmasi.

Atas permintaan masyarakat, demi keadilan dan kebenaran serta demi tegaknya supermasi hukum dan kepercayaan masyarakat kepada Pewarta akhirnya berita ini di tayangkan. (Red).

Continue Reading

Kepahiang

Bulan Penuh Berkah, Pemerintah Desa Temdak Realisasikan BLT-DD

Published

on

 242 X dibaca

KEPAHIANG, Netralitasnews.com Di bulan suci yang penuh berkah ini Pemerintah Desa Temdak Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu bagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2022 sebanyak 78 KPM Kamis (07/04/2022).

Dalam pembagian BLT-DD ini Kepala Desa Temdak, Yoni Carles menyampaikan pada tahun Anggaran 2022 ini sebanyak 78 KPM Bantuan Lansung Tunai (BLT-DD) yang kami berikan karena sesuai dengan peraturan menteri desa tentang 40% dari Dana Desa harus di realisasikan ke BLT.

” Bahwa terdapat 78 KPM yang menerima pada tahap 1-3 bulan di tahun 2022 ini, Alhamdulillah sudah terealisasikan semua, kami sebagai pemdes sangat berharap bantuan yang diterima ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya”.

Lanjut Kepala Desa Temdak “kami selaku pemerintah Desa dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tingkat Desa berupaya semaksimal mungkin untuk seluruh warga dan kami juga menghimbaukan kepada seluruh warga Desa untuk disiplin melaksanakan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat agar terhindar dari covid-19” .Ungkapnya.

Di pembagian Bantuan Lansung Tunai ini juga salah satu penerima manfaat BLT-DD mengucapkan terima kasih kepada pemerintah indonesia dan khususnya pemerintah Desa Temdak yang telah memberikan bantuan terhadap mereka.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang di berikan kepada kami ini khususnya pemerintah Desa Temdak dan bantuan ini akan kami manfaatkan pada mestinya. ” Ucapnya (@YS/Net)

Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!