Connect with us

Bisnis

Manajemen Konflik, Tipe, Strategi, dan Fungsinya di dalam Agrobisnis

Redaksi

Published

on

 728 x dibaca

Netralitasnews.com Konflik dalam sebuah bisnis memang sangat rawan, mengingat persaingan bisnis yang amatlah ketat menjadikan konflik tak dapat dihindari. Tetapi, konflik dapat diatasi dengan baik jika ada yang mengatur atau istilah lain ada manajemen yang mengatur. Dalam dunia bisnis sering disebut manajemen konflik.

Manajemen adalah pengelolaan untuk mengatur sebuah organisasi atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan organisasi.Sedangkan konflik adalah proses dua orang atau lebih yang melakukan tindakan untuk menyingkirkan orang lain. Jadi, manajemen konflik adalah sebuah pendekatan yang dilakukan serta diarahkan untuk komunikasi dengan pelaku konflik. Yang mana pelaku konflik dapat memengaruhi kepentingan bersama suatu organisasi.

Sedangkan menurut ahli Howard Ross, manajemen konflik adalah langkah yang diambil pihak ketiga dengan tujuan mengarahkan konflik ke hasil tertentu yang mungkin/tidak menghasilkan hasil akhir berupa penyelesaian konflik atau mungkin/tidak menghasilkan ketenangan atau hasil mufakat.

Tipe Manajemen Konflik yang harus di Ketahui
Dalam manajemen konflik ada beberapa tipe yang digunakan untuk menyelesaikan konflik yang ada, ada lima macam tipe manajemen konflik, yaitu :

1. Acomodating
Acomodating merupakan usaha yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai pendapat pihak yang terlibat konflik. Nantinya, akan digunakan untuk musyawarah atau menyelesaikan konflik tersebut. Namun, tetap mementingkan kepentingan dari salah satu pihak. Hal ini dapat merugikan salah satu pihak yang berkonflik.

2. Avoiding
Avoiding adalah sebuah upaya untuk menghindari sebuah konflik agar tidak terlibat di dalamnya. Hal ini menjadi cara yang efektif agar lingkungan terhindar dari konflik.

3. Compromising
Berbeda dari acomodating, cara ini lebih memerhatikan kepentingan bersama. Dengan mendengarkan pendapat dari semua pihak dan memutuskan jalan keluar dengan tetap mementingkan kepentingan bersama menjadi cara yang adil bagi semua pihak. Cara ini akan memberikan solusi bagi semua pihak. Ada 4 bentuk kompromi yaitu separasi, atrasi, menyogok, dan mengambil keputusan secara kebetulan.

Separasi artinya pihak yang terlibat konflik dipisahkan untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Atrasi artinya pihak yang berkonflik setuju dengan keputusan yang diambil pihak ketiga atau penengah.

Mengambil keputusan berdasarkan faktor kebetulan, dengan cara ini bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana tapi tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

Menyogok merupakan memberikan imbalan untuk pihak yang mengambil keputusan dengan tujuan pihaknya dapat dimenangkan dalam konflik tersebut. Hal ini mungkin curang, tetapi bergantung pihak masing-masing yang menyelesaikannya.

4. Colaborating
Colaborating merupakan cara menyelesaikan konflik dengan bekerja sama yang hasilnya memuaskan semua pihak. Semua pihak akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah dengan tetap memerhatikan kepentingan bersama.

5. Competing
Competing adalah cara yang digunakan dengan mengarahkan pihak yang terlibat konflik bersaing dan memenangkan kepentingan masing-masing pihak. Cara ini pastinya tidak akan memberikan solusi bagi kedua belah pihak dan yang pasti ada kalah ada yang menang.

Conglomeration merupakan kombinasi atau campuran menyelesaikan konflik dengan cara menggabungkan lima tipe di atas. Tentunya cara ini akan lebih memakan banyak waktu dan tenaga.

Perencanaan Bisnis yang Efektif manajemen konflik 1
Strategi Management Konflik
Selain cara menyelesaikan konflik yang ada Anda juga harus memerhatikan awal mula terjadinya konflik tersebut, kita harus memelajari agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengenali konflik yang terjadi :

1. Pengenalan
Sebelum masuk lebih dalam ke konflik yang sedang terjadi, terlebih dahulu Anda harus tahu akar atau awal mula konflik terjadi dan juga harus tahu keadaan sekitar ketika konflik belum dan sedang terjadi. Dengan melakukan ini, Anda akan memeroleh informasi awal terjadinya konflik.

2. Diagnosa
Jika sudah mendapat informasi yang ingin diperoleh seperti siapa saja yang bekonflik, apa konflik yang dipermasalahkan, awal mula terjadi konflik. Langkah selanjutnya adalah memikirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut.

3. Menyepakati Solusi
Jika sudah memikirkan solusi yang tepat, langkah berikutnya adalah menyepakati solusi yang dirasa paling tepat untuk mengakhiri konflik. Sebaiknya, solusi yang digunakan tidak berat sebelah dan juga harus ada pihak penengah.

4. Pelaksanaan
Setelah solusi disepakati bersama, maka langkah selanjutnya adalah semua pihak harus melaksanakan serta menerima solusi yang telah disepakati. Kesepakatan yang diambil sebaiknya tidak merugikan salah satu pihak dan diharapkan tidak menimbulkan konflik lagi kedepannya.

5. Evaluasi
Setelah konflik selesai, lakukanlah evaluasi bersama-sama. Musyawarah kan hal-hal yang bisa menghindari konflik lagi ke depannya. Evaluasi dilakukan bertujuan untuk tidak mengulangi kesalahan atau konflik yang pernah terjadi.

Fungsi Manajemen Konflik
Pasti banyak yang bertanya-tanya, apa fungsi dari manajemen konflik? Banyak orang yang belum tahu mengenai manajemen konflik dan bagaimana cara penyelesaian yang tepat. Pun, apa fungsinya dalam dunia bisnis.

Meningkatkan kinerja dan keaktifan karyawan
Dalam manajemen konflik, mengeluarkan pendapat menjadi sarana yang tepat bagi para karyawan. Karyawan akan lebih aktif mengemukakan pendapat ketika terjadinya konflik, karyawan dan atasan akan berdiskusi langsung memikirkan solusi yang tepat. Dengan begitu, atasan dapat melihat serta meningkatkan kinerja dan keaktifan para karyawannya.

Mengembangkan kemampuan karyawan
Dengan adanya manajemen konflik, secara tidak langsung akan mengasah kemampuan para karyawan untuk lebih berpikir logis, kreatif, dan rasional. Karyawan akan ikut memikirkan bagaimana menyelesaikan konflik yang sedang terjadi.

Sehingga, kemampuan berpikir karyawan akan mengembang dan meningkat karena sering diasah untuk ikut memberikan solusi yang tepat. Serta lebih kreatif dalam berpikir dan tentunya akan meningkatkan skill mereka sebagai karyawan.

Melatih kemampuan menyelesaikan konflik
Dalam sebuah perusahaan, konflik pasti akan terus terjadi. Perusahaan yang pernah mengalami konflik akan lebih berkembang dan maju. Dengan konflik yang terjadi, akan membuat sebuah perusahaan terbiasa menyelesaikannya dengan solusi yang tepat. Perusahaan akan lebih mampu bertahan karena sudah terbiasa dengan adanya konflik.

Meningkatkan rasa saling menghormati.
Dengan manajemen konflik, akan ada berbagai pendapat yang muncul. Pendapat yang berbeda-beda bisa menimbulkan sebuah perpecahan. Namun, itu lah tantangannya bagaimana Anda bisa menghormati pendapat orang lain dan tidak menjatuhkannya. Yang artinya manajemen konflik berguna untuk meningkatkan rasa toleransi antar semua pihak.

Kesimpulan
Konflik dapat terjadi di semua kalangan dan semua aktivitas. Untuk itu, muncul manajemen konflik yang berguna untuk mengatasi konflik yang ada. Apalagi dalam dunia bisnis pertentangan dan perbedaan pendapat sangatlah mungkin. Konflik dapat terjadi dari berbagai faktor entah dari sumber daya manusianya, sistem di perusahaan tersebut, bahkan ada yang dari atasannya sendiri yang bermasalah.

Konflik harus diselesaikan dengan semua pihak yakni antara atasan dan karyawan, semua pihak harus menyadari kesalahan yang ada serta tidak tunduk akan egonya sendiri-sendiri. Karyawan tidak harus selalu tunduk dengan atasan, karyawan juga bisa menegur dan memberikan pendapat jika ada yang salah dengan perusahaan tempat dia bekerja. Demikian pembahasan mengenai manajemen konflik, tipe, strategi, dan juga fungsinya. (Net01/Red)

Up Next

Diduga Dana BOS SDN 11 Pendopo Tidak Tepat Sasaran, DPP LII Minta L-PKN Lapor ke – Bupati

jasa seosmm panelAPK
Don't Miss

Masyarakat Mekarti Jaya IIIB Dambahkan Pembangunan Akses Jalan Menuju Desa